Latest Post
Showing posts with label Cucak Ijo. Show all posts
Showing posts with label Cucak Ijo. Show all posts
12:02 PM
TIPS AGAR CUCAK IJO TAMPIL MEMUKAU
Written By Unknown on Tuesday, December 31, 2013 | 12:02 PM
![]() |
| TIPS AGAR CUCAK HIJAU TAMPIL MEMUKAU |
Sepertinya kurang sempurna bila Cucak Hijau
berkicau tidak mengeluarkan gaya ngentroknya. Bila cucak hijau Anda
ingin tampil ngentrok berikut ini saya memberikan tips seputar perawatan cucak hijau agar penampilannya semakin memukau ketika di lapangan.
Hal yang harus dilakukan adalah :
- Pagi jam 6.00 bila cuaca cerah (tidak mendung atau dingin) , burung di keluarkan dari dalam rumah kemudian buka kerodong sangkar. biarkan berkicau.
- Jam 7.00 burung mulai dimandikan dengan cara dimasukkan ke dalam bak keramba (tempat mandi burung). Biarkan mandi sepuasnya. Dengan catatan kondisi cuaca baik.
- jam 7.30 burung dijemur. Berikan jangkrik 3 - 5 ekor kroto, kroto 1 sendok teh buah jika sudah busuk ganti dengan yang segar. Buah diganti setiap hari dengan diselang-seling. Buah yang diberikan biasanya pisang dan apel.
- Berikan ulat bumbung 1 ekor. pemberikan ulat bumbung diberikan 3 x dalam 1 minggu.
- Setelah burung dijemur sekita 2 - 3 jam (tergantung kondisi burung tersebut tahan jemur lama apa tidak). Turunkan sangkar lantas dianginkan beberapa menit setelah itu dikerodong.
- Sore harinya sekitar Jam 15.00 atau 15.30. Burung siap untuk dimandikan lagi. Sama seperti pagi hari. Saat di jemur berikan jangkrik 3 ekor sambil di cek voor dan air minumnya.
- Menjelang lomba (H-3) perlakuan mandi jemur sama, namun pemberian extra fooding seperti jangkrik di tambah pagi 7 - 10 ekor, sore 7 - 10. Berikan tambahan seperti ulat hongkong 3 ekor guna memacu daya tempur saat dilapangan.
- Pada Hari (H-1) menjelang lomba , burung hanya dimandikan lantas dijemur extra fooding sama dengan point 7. Namun setelah dijemur dan anginkan kerodong sangkar hingga besok pagi.
- Pada hari H sebelum berangkat , bersihkan kotoran, cek voor dan buah ganti yang segar. Berikan jangkrik 7 - 10 + ulat bumbung 1 + 3 ulat hongkong. Tanpa di Mandikan atau dijemur.
Labels:
Cucak Ijo
12:00 PM
PANDUAN PENANGKARAN CUCAK IJO SECARA LENGKAP
![]() |
| PANDUAN MEMELIHARA CUCAK IJO SECARA LENGKAP |
Pemilihan Bakalan (Bahan), Perawatan Harian, Perawatan Pra Lomba,
Perawatan Pasca Lomba dan Perawatan Mabung untuk Burung Cucak Hijau
(Cucak Ijo)
Berdasarkan Riset SMART MASTERING - WWW.SMARTMASTERING.COM
Burung Cucak Hijau (Burung Cucak Ijo) adalah salah satu burung yang
tidak bisa dipandang sebelah mata. Bintangnya semakin gemilang, terbukti
di lomba-lomba burung berkicau di beberapa daerah, kelas yang dibuka
untuk burung ini selalu penuh. Bahkan sudah sangat banyak transfer
gacoan Cucak Hijau dengan nilai sangat fantastis.
KARAKTER DASAR BURUNG CUCAK HIJAU
Semi fighter. Burung Cucak Hijau bukanlah burung petarung murni, daya
tarung yang ada pada burung ini cenderung akibat tingkat birahi pada
level tertentu yang akan membuat burung ini menjaga daerah
teritorialnya.
Takut gelap. Burung Cucak Hijau tidak suka gelap dan gampang panik
apabila berada pada lingkungan atau suasana yang gelap. Hindari
menempatkan burung ini pada tempat yang gelap, apalagi membawanya pada
malam hari. Karena akan mengakibatkan burung ini akan panik, nabrak ruji
kurungan, bulunya rontok dan dapat menjadi stress.
Sangat cerdas, gampang menirukan tapi sangat gampang lupa. Dalam kondisi
normal, burung ini dapat merekam suara isian yang ada disekitarnya
dengan sangat cepat. Sangat mudah di master, tetapi apabila dalam kurun
waktu tertentu tidak mendengar suara-suara master yang sudah ada, maka
dengan gampang hilang dari memorinya.
Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung Cucak Hijau mudah jinak kepada manusia.
PEMILIHAN BAHAN BURUNG CUCAK HIJAU YANG BAIK
(CIRI-CIRI BURUNG CUCAK HIJAU YANG BAIK DARI KATURANGGAN)
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Cucak Hijau.
Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Cucak Hijau kelamin jantan dapat
dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang,
tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh
berwarna gelap, warna bulu di bagian bawah leher berwarna hitam dan
membentuk topeng pada wajahnya, mata besar melotot, bentuk kepala lebih
besar dan bergerak lincah.
Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal,
besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan
yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin
dengan posisi mata.
Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher,
badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang
berleher dan berbadan pendek.
Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan
tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG CUCAK HIJAU
Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum
tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme
setiap burung Cucak Hijau. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan
nutrisinya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
Buah Segar, burung Cucak Hijau sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok
Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak
pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung Vitamin C yang
tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu,
buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem
metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
EF (Extra Fooding), pakan tambahan
yang sangat baik yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Ulat Hongkong,
Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu
disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus
mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberian EF tersebut.
PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG CUCAK HIJAU
Perawatan harian untuk burung Cucak Hijau relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.
Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Cucak Hijau:
- Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
- Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
- Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
- Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
- Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
- Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
- Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
- Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
- Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
PENTING
Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai
hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum'at dan hari Sabtu berikan Apel
atau Pisang atau buah lainnya.
Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
Berikan Vitamin dan Mineral yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
Berikan buah pisang yang yang telah diolesi Madu setiap hari Sabtu.
PENANGANAN APABILA BURUNG CUCAK HIJAU OVER BIRAHI
- Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore.
- Bisa diberikan 2 ekor Ulat Bambu dalam 3 hari berturut-turut.
- Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore.
- Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja.
PENANGANAN APABILA BURUNG CUCAK HIJAU KONDISINYA DROP
- Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore.
- Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu.
- Mandi dibuat 2 hari sekali saja.
- Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Cucak Hijau lain dahulu.
- Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari.
- Berikan Vitamin dan Mineral setiap hari.
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU UNTUK LOMBA
Perawatan lomba untuk burung Cucak Hijau sebenarnya tidak jauh berbeda
dengan perawatan hariannya. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu
mempersiapkan burung Cucak Hijau agar mempunyai tingkat birahi yang
diinginkan dan memiliki stamina yang stabil.
Kunci keberhasilan perawatan lomba untuk burung Cucak Hijau yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Cucak Hijau:
- H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 10 ekor pagi dan 6 ekor sore.
- H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
- 1 Jam sebelum digantang lomba, berikan Jangkrik 3 ekor dan Ulat Hongkong 10-20 ekor.
- Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.
PENTING
Jangan memandikan burung pada saat di lapangan, karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat tidak stabil.
Berikan kesempatan pada burung untuk beradaptasi sebentar pada suasana lapangan, agar burung tidak kaget.
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU PASCA LOMBA
Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Pasca Lomba untuk burung Cucak Hijau:
- Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
- Berikan Vitamin dan Mineral pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
- Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU MABUNG
Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada
keluarga burung. Perawatan burung Cucak Hijau pada masa mabung adalah
menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah
pada masa ini akan membuat burung Cucak Hijau menjadi rusak.
Pada masa mabung, metabolisme tubuh burung Cucak Hijau meningkat hampir
40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung Cucak Hijau butuh
asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari
kondisi normal.
Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat
proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak
seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan
dengan hormon reproduksi.
Berikut ini Pola Perawatan Masa Mabung untuk burung Cucak Hijau (Cucak Ijo):
Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk
pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya:
Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan
setiap pagi dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
Berikan Vitamin dan Mineral yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna
sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Disamping itu
buah Pepaya banyak mengandung banyak vitamin C yang akan membantu
meningkatkan daya tahan tubuh burung.
Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi
diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara
sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat,
sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.
SUARA MASTER YANG BAIK UNTUK BURUNG CUCAK HIJAU (CUCAK IJO)
Irama lagu yang dimiliki burung Cucak Hijau peranan yang sangat penting
di dalam penilaian lomba burung Cucak Hijau. Karena kembali kepada
filosofi burung berkicau, daya tarik utama dari burung berkicau adalah
kemampuan berkicaunya (irama lagu).
Memilih suara-suara master untuk burung Cucak Hijau janganlah terfokus
hanya memilih suara-suara master yang kedengarannya unik dan bagus.
Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan;
Kesesuaian irama lagu dan frekuensi antara suara master dengan burung
andalan kita. Ketidaksesuaian suara master dengan burung akan
menyebabkan lagu yang fals dan tidak enak didengar.
Mengikuti Trend Lagu yang ada. Misalnya tonjolan dan tembakan yang
sedang digandrungi pada saat ini adalah tonjolan dengan speed rapat
divariasikan dengan irama lagu yang ngeroll.
Variasi irama lagu yang mewah. Yang dimaksud irama lagu yang mewah
disini bukanlah suara tonjolan yang keras, tetapi kita harus bisa
memilih suara-suara master yang memiliki variasi speed yang selaras dan
irama lagu yang memiliki cengkok dan mengalun.
Sangat banyak metode dan cara-cara yang dapat dilakukan di dalam proses
pemasteran burung berkicau. Dan juga banyak sekali berkembang
mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya dilapangan.
Salah satu mitos aneh yang berkembang, yaitu burung yang akan di master
harus melihat burung masternya, agar burung yang di master dapat
menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut burung master tersebut.
Mitos lainnya yaitu proses pemasteran burung berkicau harus menunggu
burung dalam keadaan ganti bulu atau mabung.
Sebenarnya; Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung
berkicau dalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung berkicau dalam
keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan
pemasteran.
Ada Mitos yang mengatakan pemasteran burung harus menunggu masa burung
mabung. Alasannya karena; Pada saat mabung, burung berkicau cenderung
untuk banyak diam dan sangat jarang sekali berkicau. Burung yang banyak
diam pada masa mabung tersebut, cenderung untuk lebih banyak menggunakan
waktunya untuk menyimak dan mengolah suara-suara yang ada
disekelilingnya. Apabila suara yang didengarnya sesuai dengan tipikal
karakter suaranya, maka akan direkam dan ditirukan.
Kunci keberhasilan dalam memaster burung Cucak Hijau adalah memaster
burung dengan suara-suara master (burung master) yang cocok dan sesuai
dengan karakter dasar lagu burung yang akan di master (burung maskot).
Satu lagi yang terpenting, jangan lupa untuk selalu memperdengarkan
suara-suara master tersebut secara berkala (Feedback) kepada burung
Cucak Hijau tersebut. Supaya irama lagu yang sudah ada tidak hilang dan
menjadi rusak.
Labels:
Cucak Ijo
11:55 AM
MENANGKAR BURUNG CUCAK IJO SEDERHANA
TIPS MENANGKAR BURUNG CUCAK IJO SEDERHANA
PEKICAU: Penentuan
burung cucak hijau yang baik memiliki banyak perihal yang perlu
diperhatikan untuk penentuan bakalan burung cucak hijau.
Berkelamin jantan, tanda-tanda burung cucak hijau kelamin jantan
dapat dipandang dari postur tubuh yang panjang cocok, ekor lebih
panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas,
paruh berwarna gelap, warna bulu di bagian bawah leher berwarna hitam
dan membentuk topeng di berwajah, mata besar melotot, bentuk kepala
makin besar dan bergerak lincah.
Bentuk paruh, sebaiknya tetapkan bentuk paruh yang berpangkal
lebar, tidak tidak tebal, besar dan panjang. paruh sisi bawah harus
lurus. jangan sampai tentukan bahan yang memiliki paruh bengkok. posisi
lubang hidung tetapkan sedekat mungkin dengan posisi mata.
Postur badan, yakinkan bahan yang berpostur tetap dengan panjang
leher, badan dan ekor serta kaki yang cocok. jangan sampai tentukan
bahan yang berleher dan berbadan pendek. Sayap mengepit rapat dan kaki
mencengkram kuat, ini mengisyaratkan bahan tersebut sehat. Warna kaki
tidak mempunyai dampak pada mental burung. Lincah dan bernafsu makan
besar. ini yaitu tanda-tanda bahan yang bermental baik. Rajin bunyi, ini
mengisyaratkan burung tersebut memiliki prospek yang cerah. Leher
panjang padat diisi. mengisyaratkan burung ini dapat mengeluarkan power
suara dengan maksimal
Langkah menjodohkan cucak hijau
Bikin bikin burung cepat jodoh, dia biasanya kerjakan hal sebagai berikut :
1. Hari pertama diberi ef yang semakin lebih biasa, perumpamaan jantan
betina diberi tiap-tiap 10 ekor jangkrik dan 10 ekor cacing dengan
tujuan agar keduanya terpacu birahinya.
2. Hari ke-2, jatah jantan terus dan jatah betina dikurangi, perumpamaan
10 : 5, tentang ini ditujukan untuk terus membuat perlindungan pasangan
birahinya.
3, Hari ketiga jatah jantan ditambah dan jatah betina dihilangkan.
tujuannya pada saat si jantan birahi, dia dapat memainkan ef di
mulutnya, dan pada saat yang bersamaan si betina kelaparan lantaran
tidak beroleh jatah makan, sampai si betina dapat berusaha menginginkan
jatah makan dari si jantan.
Sistem ini bisa dilanjutkan untuk sekian hari ke depan. lamanya
bergantung burung itu sendiri, bisa 1 hari, 2 hari atau mungkin 1 bln.
Sistem penjodohan ini ditangani selama hampir 1 bln. hingga jantan betina dapat bercampur tanpa tarung lagi.
bikin tahu apakah mereka bisa akur atau tidak, sesekali mereka
dikombinasi terutama di waktu dimandikan di karamba. seandainya mereka
tidak tengkar, lantas bisa dicoba buat jadi satu. seandainya tetap ada
tanda sinyal bertengkar, lantas perlu dipisah lagi. lakukan tentang itu
hingga burung benar-benar dapat dikumpulkan lalu satu tanpa saling
serang.
Hanya tips dari saya, apabila burung anda sulit atau lama berjodoh,
lantas anda bisa menggunakan birdmature. birdmature yakni product untuk
menambah birahi burung dengan cepat, terutama untuk burung-burung
penangkaran. birdmature sudah teruji di kandang penangkaran lovebird
memiliki om dwi, dt bf jogja, dan penangkaran murai batu black bf
cilacap.Setelah penjodohan selesai, lantas ke-2 burung segera dimasukkan
ke kandang penangkaran.
Panduan
Apabila burung jantan untuk penangkaran tidak juga gacor merayu betina
walau dengan umum terlihat sehat atau burung betina tidak juga masak
kelamin walau sudah berusia di atas 7 bln. ; atau telor-telor burung
tidak isi dan karena itu tidak bisa menetas, kita perlu menegaskan bahwa
si jantan bisa membuahkan sperma yang “berisi” dan kesehatan reproduksi
betina benar-benar optimal. Seandainya kita ragu bagaimana langkahnya,
optimis saja kita menggunakan bird mature.Selama situasi alat-alat
reproduksi di dalam situasi normal, bird mature sudah bisa dibuktikan
menambah kesempurnaan sistem reproduksi burung-burung penangkaran. bukan
hanya kenari, tetapi semua jenis burung.
Apabila burung-burung anakan dari penangkaran kita gampang mati, atau
kakinya sering pengkor, lembek, lantaran daya tahan tubuh dengan umum
lemah, kita perlu menegaskan bahwa indukannya mengonsumsi bird mineral.
Bird mineral bukan hanya bagus untuk anakan tetapi juga indukan lantaran
bird mineral buat jadi bulu kuat, mulus, bersinar sesudah molting atau
ngurak dengan kata lain mabung ; burung tidak terkena rachitis (
tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal ) ; bebas paralysa ( lumpuh )
; bebas perosis ( tumit bengkak ) ; buat jadi anak burung menetas sehat
; burung tidak alami urat keting ( tendo ) ; burung tidak lepas
sendinya, tidak tercerai ( luxatio ) ; paruh tidak meleset, tidak
kekurangan darah sampai pucat dan lemah ; burung di penangkaran bisa
selekasnya bertelur, telur diisi, produktivitas tinggi, daya tetas
tinggi ; kematian embrio rendah.
Labels:
Cucak Ijo
7:40 PM
Burung Cucak Hijau (Burung Cucak Ijo) adalah salah satu burung yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bintangnya semakin gemilang, terbukti di lomba-lomba burung berkicau di beberapa daerah, kelas yang dibuka untuk burung ini selalu penuh. Bahkan sudah sangat banyak transfer gacoan Cucak Hijau dengan nilai sangat fantastis.
Sebenarnya; Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung berkicau dalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung berkicau dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan pemasteran.
TIPS PERAWATAN DAN CARA MERAWAT BURUNG CUCAK HIJAU (CUCAK IJO)
Written By Unknown on Wednesday, December 25, 2013 | 7:40 PM
Karakter dan sifat burung Cucak Hijau,
cara memilih
burung Cucak Hijau,
cara
merawat burung Cucak Hijau, cara memaster burung Cucak Hijau, makanan, vitamin,
mineral, hormon, asam mino
dan obat untuk burung Cucak Hijau dan tips seputar burung
Cucak Hijau.
Pemilihan Bakalan (Bahan), Perawatan
Harian, Perawatan Pra Lomba,
Perawatan Pasca Lomba dan
Perawatan Mabung untuk
Burung Cucak Hijau (Cucak Ijo)
Burung Cucak Hijau (Burung Cucak Ijo) adalah salah satu burung yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bintangnya semakin gemilang, terbukti di lomba-lomba burung berkicau di beberapa daerah, kelas yang dibuka untuk burung ini selalu penuh. Bahkan sudah sangat banyak transfer gacoan Cucak Hijau dengan nilai sangat fantastis.
KARAKTER DASAR BURUNG CUCAK HIJAU
-
Semi fighter. Burung Cucak Hijau bukanlah burung petarung murni, daya tarung yang ada pada burung ini cenderung akibat tingkat birahi pada level tertentu yang akan membuat burung ini menjaga daerah teritorialnya.
-
Takut gelap. Burung Cucak Hijau tidak suka gelap dan gampang panik apabila berada pada lingkungan atau suasana yang gelap. Hindari menempatkan burung ini pada tempat yang gelap, apalagi membawanya pada malam hari. Karena akan mengakibatkan burung ini akan panik, nabrak ruji kurungan, bulunya rontok dan dapat menjadi stress.
-
Sangat cerdas, gampang menirukan tapi sangat gampang lupa. Dalam kondisi normal, burung ini dapat merekam suara isian yang ada disekitarnya dengan sangat cepat. Sangat mudah di master, tetapi apabila dalam kurun waktu tertentu tidak mendengar suara-suara master yang sudah ada, maka dengan gampang hilang dari memorinya.
-
Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung Cucak Hijau mudah jinak kepada manusia.
PEMILIHAN BAHAN BURUNG CUCAK HIJAU YANG BAIK
(CIRI-CIRI BURUNG CUCAK HIJAU YANG BAIK DARI KATURANGGAN)
Ada beberapa hal penting yang harus
diperhatikan dalam pemilihan bahan atau
bakalan pada burung
Cucak Hijau.
-
Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Cucak Hijau kelamin jantan dapat dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna gelap, warna bulu di bagian bawah leher berwarna hitam dan membentuk topeng pada wajahnya, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
-
Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
-
Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
-
Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
-
Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
-
Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
-
Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG CUCAK HIJAU
-
Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Cucak Hijau. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
-
Buah Segar, burung Cucak Hijau sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung Vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
-
EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberian EF tersebut.
|
PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG CUCAK HIJAU
Perawatan harian untuk burung
Cucak Hijau
relatif sama dengan burung berkicau jenis
lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian
yaitu rutin dan konsisten.
Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan
Harian untuk burung Cucak Hijau:
-
Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
-
Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
-
Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
-
Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
-
Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
-
Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
-
Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
-
Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
-
Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
PENTING
-
Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
-
Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum'at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
-
Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
-
Berikan Vitamin dan Mineral yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
-
Berikan buah pisang yang yang telah diolesi Madu setiap hari Sabtu.
PENANGANAN APABILA BURUNG CUCAK HIJAU OVER BIRAHI
-
Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore.
-
Bisa diberikan 2 ekor Ulat Bambu dalam 3 hari berturut-turut.
-
Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore.
-
Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja.
PENANGANAN APABILA BURUNG CUCAK HIJAU KONDISINYA DROP
-
Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore.
-
Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu.
-
Mandi dibuat 2 hari sekali saja.
-
Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Cucak Hijau lain dahulu.
-
Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari.
-
Berikan Vitamin dan Mineral setiap hari.
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU UNTUK LOMBA
Perawatan lomba untuk burung
Cucak Hijau
sebenarnya tidak jauh berbeda dengan
perawatan hariannya. Tujuan perawatan pada
tahap ini yaitu mempersiapkan burung Cucak
Hijau agar mempunyai tingkat birahi yang
diinginkan dan memiliki stamina yang stabil.
Kunci keberhasilan
perawatan lomba untuk burung Cucak Hijau
yaitu mengenal baik karakter dasar
masing-masing burung.
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba
untuk burung Cucak Hijau:
-
H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 10 ekor pagi dan 6 ekor sore.
-
H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
-
1 Jam sebelum digantang lomba, berikan Jangkrik 3 ekor dan Ulat Hongkong 10-20 ekor.
-
Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.
PENTING
-
Jangan memandikan burung pada saat di lapangan, karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat tidak stabil.
-
Berikan kesempatan pada burung untuk beradaptasi sebentar pada suasana lapangan, agar burung tidak kaget.
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU PASCA LOMBA
Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi
memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi
fisik burung.
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan
Pasca Lomba untuk burung Cucak Hijau:
-
Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
-
Berikan Vitamin dan Mineral pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
-
Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU MABUNG
Mabung (Moulting)
atau
rontok bulu
merupakan siklus alamiah pada keluarga
burung.
Perawatan burung
Cucak Hijau
pada masa
mabung
adalah menjadi hal yang sangat penting,
karena apabila perawatan yang salah pada
masa ini akan membuat burung Cucak Hijau
menjadi rusak.
Pada masa
mabung,
metabolisme
tubuh burung
Cucak Hijau
meningkat hampir 40% dari kondisi normal.
Oleh karena itu, burung Cucak Hijau butuh
asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan
porsi lebih besar dari kondisi normal.
Hindari mempertemukan burung dengan
burung sejenis, karena akan membuat proses
mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini
adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh
burung. Proses mabung juga berhubungan
dengan hormon reproduksi.
Berikut ini
Pola Perawatan Masa Mabung untuk
burung Cucak Hijau (Cucak Ijo):
-
Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
-
Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
-
Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
-
Berikan Vitamin dan Mineral yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
-
Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Disamping itu buah Pepaya banyak mengandung banyak vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung.
-
Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.
SUARA MASTER YANG BAIK UNTUK BURUNG CUCAK HIJAU (CUCAK IJO)
Irama lagu
yang dimiliki burung Cucak Hijau peranan yang sangat penting di
dalam Penilaian burung dalam lomba. Karena
kembali kepada Fi;osofi Burung berkicau,
daya tarik utama dari burung berkicau adalah
kemampuan berkicaunya (irama lagu).
Memilih Suara-suara Master untuk burung
Cucak Hijau
janganlah terfokus hanya memilih suara-suara
master yang kedengarannya unik dan bagus.
Ada beberapa
hal yang harus kita perhatikan;
-
Kesesuaian irama lagu dan frekuensi antara suara master dengan burung andalan kita. Ketidaksesuaian suara master dengan burung akan menyebabkan lagu yang fals dan tidak enak didengar.
-
Mengikuti Trend Lagu yang ada. Misalnya tonjolan dan tembakan yang sedang digandrungi pada saat ini adalah tonjolan dengan speed rapat divariasikan dengan irama lagu yang ngeroll.
-
Variasi irama lagu yang mewah. Yang dimaksud irama lagu yang mewah disini bukanlah suara tonjolan yang keras, tetapi kita harus bisa memilih suara-suara master yang memiliki variasi speed yang selaras dan irama lagu yang memiliki cengkok dan mengalun.
Sangat
banyak metode dan cara-cara yang dapat
dilakukan di dalam proses Pemasteran burung berkicau.
Dan juga banyak sekali berkembang
mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya
dilapangan.
Salah satu
mitos aneh yang berkembang, yaitu burung
yang akan di master harus melihat burung
masternya, agar burung yang di master dapat
menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut
burung master tersebut. Mitos lainnya yaitu
proses pemasteran burung berkicau harus
menunggu burung dalam keadaan ganti bulu
atau mabung.
Sebenarnya; Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung berkicau dalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung berkicau dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan pemasteran.
Ada Mitos yang mengatakan pemasteran burung
harus menunggu masa burung mabung.
Alasannya
karena; Pada saat mabung, burung berkicau
cenderung untuk banyak diam dan sangat
jarang sekali berkicau. Burung yang banyak
diam pada masa mabung tersebut, cenderung
untuk lebih banyak menggunakan waktunya
untuk menyimak dan mengolah suara-suara yang
ada disekelilingnya. Apabila suara yang
didengarnya sesuai dengan tipikal karakter
suaranya, maka akan direkam dan ditirukan.
Kunci keberhasilan dalam memasterkan burung Cucak Hijau adalah
memaster burung
dengan
suara-suara master (burung master)
yang cocok dan sesuai
dengan karakter
dasar lagu burung
yang akan di master (burung maskot).
Satu lagi yang terpenting,
jangan lupa
untuk selalu memperdengarkan suara-suara
master tersebut secara berkala
kepada burung Cucak Hijau tersebut.
Supaya irama
lagu yang sudah ada tidak hilang dan menjadi
rusak.
Labels:
Cucak Ijo



