Powered by Blogger.
Latest Post
Showing posts with label Kacer. Show all posts
Showing posts with label Kacer. Show all posts

CARA MERAWAT ANAKAN KACER

Written By Unknown on Tuesday, December 31, 2013 | 12:43 PM

CARA MERAWAT ANAKAN KACER
Kali ini akan infokacer lanjutkan saat masa pengeraman dan perawatan anak kacer yang baru menetas. Seperti halnya pada burung-burung yang lainnya, pada saat kacer mengerami telurnya, lingkungan dan kondisi yang tenang sangat dibutuhkan, selain itu harus kita pastikan burung tersebut bebas dari gangguan hewan yang mengancam keamanan telurnya, yups, yang b’dane maksud adalah bebas dari kucing dan tikus atau bisa juga hewan predator lainnya. Tak hanya itu, hewan parasit yang lainnya pun juga bisa mengganggu masa pengeraman telur ini, contohnya semut, kecoak, dll. 


Hewan-hewan parasit tak secara langsung mengakibatkan kegagalan masa pengeraman telur, namun kehadiran hewan parasit ini bisa memicu ketidak nyamanan si induk yang sedang mengeraminya, akibatnya, induk akan sering meninggalkan pengeramannya, dan kondisi ini akan mengakibatkan suhu yang diperlukan telur untuk menetas tidak mencukupi, hingga akhirnya telur gagal untuk menetas. Lebih fatal lagi, induk akan merusak sarangnya sendiri, bahkan memakan telurnya sendiri karena ketidaknyamanan yang diakibatkan parasit-parasit tersebut.
Selanjutnya, hal yuang perlu dilakukkan adalah mengurangi EF untuk si induk. Karena pada dasarnya, EF seperti jangkrik atau yang lainnya adalah makanan yang memicu birahi dan sifat agresif si induk. Pemberian ekstra food (kroto atau jangkrik dll) dengan porsi sedikit diatas porsi normal saat burung tidak mengerami bisa sobat lakukan lagi saat usia pengeraman memasuki hari ke 12. Karena pada umumnya telur akan menetas di hari ke 14. Hal ini dimaksudkan sebagaai antisipasi agar saat si telur menetas, s induk telah siap memberikan makanan pertama pada “piyek” nya dari ekstrafood yang sobat berikan.
Yups.. akhirnya menetas juga, selanjutnya sobat perlu untuk memisahkan anak kacer dari induknya. Next, kita pilih hari yang tepat untuk perpisahan mereka.. (ueits, kayak sinetron ajah.hehehe…). hari ke 5 sampai hari ke 10 setelah menetasnya telur adalah hari yang tepat untuk memisahkan anak kacer dari induknya. Bukan tanpa alasan sobat, saat usia piyek kacer masih dibawah 5 hari, kondisi piyek masih terlalu lemah, akibatnya akan susah bagi sobat untuk menyuapi piyek kacer. Sedangkan jika usia usia piyek lebih dari 10 hari, dia akan takut dengan kehadiran manusia, tentunya inipun akan membawa kesulitan bagi sobat untuk merawatnya. Akibat pemilihan waktu yang tidak tersebut, sudah jelas akan mengakibatkan hal yang buruk bagi si piyek. Yups.. KEMATIAN. Hehehe…
Piyek kacer yang telah sobat pisahkan dari induknya tesebut bisa ditempatkan di wadah yang terlapisi dengan bahan yang sama pada sarang tempat bertelur dan mengeram. Supaya lebih aman dan nyaman bagi si piyek kacer, b’dane sarankan tambahkan kapas yang lembut di bagian atas sarang. Selanjutnya piyek bersama sarang barunya, sobat letakan dalam kotak kayu atau yang lainnya dan berikan lampu yang berfungsi untuk menghangatkan piyek.
Untuk pengaturan makananya, berikan kroto yang telah dibersihkan dari kotorann dan bangkai-bangkai semutnya. Campuri kroto dengan sedikit air agar memudahkan piyek saat menelannya. Suapi piyek perlahan dengan menggunakan supit atau alat yang lainnya yang sekiranya cocok dan sesuai untuk digunakan sebagai alat menyuapi piyek. Setelah usia 7 hari, sobat bisa menambahkan voer sebagai campuran kroto. Untuk lebih memastikan lagi bahwa piyek cukup menerima asupan gizi, sobat perlu menambahkan vitamin untuk burung (BirdVit) kedalam makanannya.
Setelah melewati usia 15 hari, sobat bisa mulai memberikan jangkrik yang masih kecil. Hilangkan kaki dan kepala jangkrik sebelum disuapkan kepada piyek. Setelah mulai terbiasa, sobat cukup menghilangkan kaki jangkrik bagian belakangnya saja (sutang) dan memencet kepala jangkrik dengan maksud mematikan si jangkrik. 
Setelah si piyek tumbuh lebih dewasa dan mulai bisa meloncat-loncat, sobat perlu memindahkan piyek kesangkar yang lebih besar. Bisa sobat pindahkan ke sangkar gantung. Tapi perlu untuk sobat ingat. Untuk menghindari terjadi luka pada kaki piyek, tetaplah memberikan landasan yang terbuat dari bahan yang sama dengan sarang sebelumnya pada sangkar piyek yang baru. Sementara untuk sarana belajar meloncat, berikan tangkringan susun atau tangkringan bertingkat di dalamnya.
Kembali pada induk si piyek setelah sobat memisahkan anaknya. Sobat bisa kembali merawat induk sama seperti pada TIPS MENJODOHKANKACER. Pada umumnya, antara 7 sampai 10 hari setelah hari perpisahan, kacer induk telah siap untuk bertelur lagi. Begitu seterusnya dan akan berubah ketika kacer induk dalam masa mabung.

CARA MERAWAT BURUNG KACER BERPRESTASI

buat anda para penggemar burung kacer dan sedang mencari info Cara Merawat Burung Kacer Agar Jadi Menang Juara Lomba bisa menyimaknya di bawah ini

Cara Merawat Burung Kacer Berprestasi
Burung kacer merupakan salah satu jenis burung yang cukup banyak peminatnya. Hal ini karena kicauannya yang indah, warna bulu yang kontras dan perawatannya cukup mudah. Namun ada satu masalah yang sering timbul, yaitu mbedhesi/ mbagong / kuda laut. Berikut tips2 untuk mengatasinya.
Mbagong/mbedhesi/nangkur/kuda laut dll itu istilah untuk satu jenis penyakitnya kacer. Membentuk seperti kuda laut, bulu berdiri (merinding) disertai bunyi “ter… Ter…ter… ” biasanya sifat ini akan muncul jika kacer melihat lawan, denger suara burung lain, dsb.
Kebanyakan kacer pasti bagong dan itu tidak dapat dipungkiri karena itu bawaan dari alamnya.saya berani jamin dah burung2 kacer yang bagus2 dilapangan lomba sepintas emang tidak bagong tapi coba dilihat sehari2 nya mesti dia akan sempat bagong cuman yang terpenting adalah perawatan dan penguncian di lapangan yang harus ekstra ketat.
Burung kacer bagong ada berbagai penyebabnya:
  • segi bawaan:ada burung emang dari segi bawaan emang dia udah sering bagong jadi dari segi ini burung sudah tidak harapan untuk dibuat lomba ato untuk dipoles lagi karena akan menuai hasil yg tidak bagus.saran nya jual aja ke pasar.
  • segi perawatan:dari segi ini apakah kita sudah benar dalam hal perawatannya,misalnya mandi ,jemur plus ekastra foodingnya. Kebanyakan kacer bagong karena dari segi perawatannya emang udah salah.kacer itu burung yang suka panas maka pemberian pakan seperti kroto itu sedikit aja kalo nggak sekali selang waktu 2 hari, itu bertujuan meredam hawa birahi yang berlebihan karena sifat dr burung kacer adalah fighter ,sehingga diharapkan dalam pemberian kroto selang 2 hari ini agar burung tetap fit dilapangan alias tidak gembos di tengah jalan.saran saya ,burung kacer itu lebih baiknya di fooding jangkrik aja sekitar 10 sampai 20 sehari karena didalam tubuh jangkrik itu bersifat dingin dan lebih berpotensi untuk menjerihkan suara plus power.
  • Dapat dibuktikan burung yang kebanyakan ekstra kroto sama jangkrik itu dapat kita lihat jelas sekali perbedaan nya,burung kroto pasti terlalu birahi dan kebanyak bagong kalo burung jangkrik mesti power nya dahsyat dan burung diem diplangkringan alias anteng tapi kerja and tidak gembos. Masalah mandi cukup sehari sekali karena kalo burung kebanyak mandi seperti kacer akan mengundang birahi bagong nya karena si burung akan sering “didis” (merawat bulunya) sewaktu kita jemur. Penjemuran untuk kacer itu relatif terhgantung burungnya,kalo burung bakalan mau kita jemur lama sih gpp karena bertujuaan unutk pembentukan badan dan melatih nafas agar tidak mudah terserang penyakit,kalo burung jadi maksimal penjemuran sekitar 3 jam itu udah sangat 2 cukup,dengan alasan burung jadi itu tidak usah lama2 dijemur karena nanti kalo pas dilapangan akan cepat abis tenaganya alias gembos tengah jalan,mangkanya kita banyak2 kerodong dia agar banyak istirahat.agar nantinya fit di lapangan.
Anda Bisa Download Suara kicauan burung kacer.mp3 DI SINI
Cara mengatasi kacer mbagong
Cara mengatasi kacer mbagong / mbedhesi (jawa) / kuda laut dengan prinsip seperti temen saya juga bilang “kurangi rasa birahi”, yaitu dengan:
1. Kurangi / hilangkan sementara pemberian extra-fooding nya, alias berikan dia makanan sehari-hari dengan voor saja.
2. Perbanyak jam gantang di terik matahari dan tungguin jangan sampai dia lemes (entar mati…kasihan khan..)
3. Kurangi mandi (kalo perlu seminggu sekali enggak pa-pa, spt khasus milik saya)
4. Tambahkan tetes vitamin di air minumnya (sesuai aturan dikemasan) 5. Setelah bagong / bedhes nya hilang baru kita kasih ef-nya dikit-dikit, jangan terlalu banyak bisa cepet kambuh lagi tuh..,
Kacer mbagong itu ada yang gampang sembuhnya ada pula yg amat-2 sulit untuk disembuhkan, coba tempel sesama kacer sdh jalan lagi sampai akhir tanpa mbagong.
Kesimpulan saya, klau kacer dasarnya tidak mbagong kita pulihkan dgn memperbaiki mentalnya ( menjauhkan burung-2 yg dia takuti, dan kita buat dia senyaman mungkin pada perawatan hariannya) akan pulih lebih cepat. Lain lagi bila kacer kita sdh mbagong dari sononya waduh saya sdh lebih dari 10 korbannya belum juga bisa sembuh,
Tips Agar Kacer Tidak Gampang Mbagong
ciri-2 kacer yg tidak gampang mbagong, biasanya itu burung agak lincah / kesit ( tidak jinak ) dan tidak usah pakai dimainkan tangan untuk perawatannya spy tidak jadi kolokan.
Sebaiknya perawatan burung itu jangan terlalu berlebih,kita stel saja dalam kondisi
1.kondisi harian:
dalam hal ini perawatan ditujukan untuk harian saja,semisal kalo harian itu dia suka dikasih 10 pagi 10 sore,ya kalo udah setelan nya gt masak mau dirubah lagi.iya sih sih burung kenceng kerjanya tapi kan sayang skalo burung kenceng ndak ada musuh nya ntar jd rusak tuh burung.
2.kondisi lomba:
ini yang wajib dicermati,karena kondisi ini si burung harus betul2 prima dan jos di lapangan.maka dari itu yang biasanya si burung dikasih 10 biji 2kali sehari maka menunya berubah menjadi 2 kal lipatnya alias 20 pagi sore.dan itu harus ditambah 5 biji sebelum turun ke lapangan kontes itu akan membuat si burung menjadi kenceng.dengan catatan itu dalam kondisi normal perawatnnya. And full kerodong.
Anda juga bida coba mengatasi kacer mbangong / mballon/ mbedhesi (jawa) dengan cara istilahnya dikembalikan kesuasana alamnya untuk burung kacer tersebut menjadi siap lomba kembali dengan cara :
  1. Menjauhkan dari burung-burung lain yang sedang gacor alias disendirikan.
  2. Dimasukan kekandang umbaran yang dibuat dasarnya langsung ketanah, kurung umbarannya dibuat dari strimin, dan dibuat seperti dialamnya.
  3. Kalau tidak mempunyai tempat umbaran cukup full kerodong saja kandangnya, walaupun dalam posisi penjemuran.
  4. Tempat bak mandinya dikasih pasir yang sudah dicuci bersih, supaya seperti dialamnya kembali dengan syarat dijaga kebersihannya setelah dipakai untuk mandi burung kita.
  5. Selama penyembuhan jangan dikasih ef cukup pur saja.
  6. Dalam pemberian pada minuman tetap selalu diberikan vitamin, supaya kondisinya tetap prima.
Semua itu dilakukan selama 1 (satu) bulan, dan setelah itu baru diberikan lagi dengan cara sedikit demi sedikit sampai pada posisi maksimal selama 1 (satu) bulan dan setelah diyakini siap lomba barulah burung kesayangan kita dilombakan kembali untuk merebut sang juara.

CARA MEMILIH KACER DARI FISIK

CARA MEMILIH KACER DARI CIRI FISIK


Sepasang Kacer Poci atas betina, bawah jantan
Kali ini infokacer akan sharing tips memilih bakalan kacer yang semoga bisa menjadi referensi sobat semua dalam memilih bakalan kacer.



Kacer Jantan mempunyai bulu di kepala berwarna hitam, warna didada hitam mengkilap. Sementara kacer betina bulu di kepala berwarna hitam keabu-abuan, warna didada tidak mengkilap. Sedangkan pada kacer usia trotolan atau anakan yang bulunya baru keluar dan belum lengkap, sebenarnya sudah bisa kita lihat meskipun hanya satu atau dua bulu. Pada trotolan jantan bulu berwarna hitam pekat sedangkan trotolan betina wwarna hitamnya agak pudar cenderung berwarna abu-abu.

Memilih trortolan kacer dilihat dari bentuk badan
Trorolan Jantan
Trotolan Betina
Jika sobat infokacer  berniat memilih bakalan untuk kacer kicauan maka tentunya kacer jantan yang harus sobat pilih. Dengan bulu yang berwarna hitam tegas dan mengkilap serta terlihat kontras. Untuk bentuk paruhnya, pilihlah bentuk paruh berpangkal lebar yang besar, tebal dan panjang. Bagian bawah paruh harus lurus dan jangan sampai sobat memilih bakalan kacer yang berparuh bengkok. Untuk posisi lubang hidungnya, pilihlah yang jarak antara lubang hidung dan posisi matanya sedekat mungkin.
bentuk kepala dan paruh trotolan kacer jantan
  • Bentuk kepala kotak, matanya bulat dan besar serta terlihat melotot. Itu pertanda bahwa burungpilihan sobat mempunyai mental bertempur yang baik. Dari postur badannya pilihlah yang sedang dan dari leher sampai ekor dan kakinya mempunyai panjang yang serasi, jangan pilih bakalan yang leher dan badannya pendek.
  • Sayap yang mengepit rapat serta kaki yang mencengkram kuat, menandakan bakalan tersebut sehat. Pilihlah yang berkaki besar dan tampak kering. Untuk warna kaki, terserah sobat, karena tidak berpengaruh pada mental si bakalan. Dari gerakan badan,pilihlah yang lincah dan mempunyai nafsu makan yang besar.
  • Bentuk leher yang panjang padat dan berisi. Menandakan bakalan yang akan mengeluarkan power maksimal saat berkicau.

MENGENAL KACER YANG BERMENTAL TARUNG

MENGENAL KACER YANG BERMENTAL TARUNG

Kicau menia biasanya suka memelihara burung dengan suara keras dan bertipe fighter. Terutama bagi penghobi yang suka tampil di arena lomba burung. Penghobi tidak hanya menikmati merdunya suara burung, tapi juga keindahan gaya dari gerakan burung tersebut. Salah satu jenis burung yang banyak dikoleksi penghobi karena memiliki keistimewaan tersebut adalah kacer atau juga disebut kucica. Selain memiliki suara yang khas dan bervariasi, kacer termasuk burung handal.


Kacer dapat menirukan suara burung lain. terutama burung yang bersuara kasar. Seperti jalak suren, cililin, love bird dan lainnya. Penghobi paling suka me-master kacer (mengisi suara burung lain) dengan burung-burung dari jenis tersebut.

Kacer memiliki naluri bertarung yang baik. Dia cepat bereaksi mengeluarkan bunyi yang cukup keras ketika dipelihara dengan Kacer lain. Bahkan hanya dengan mendengar suara musuhnya, kacer langsung membalasnya sambil membuka dan meliuk-liuk kan tubuhya. Kepala mendongak keatas dan mengkibas-kibaskan ekorya. Keistimewaan itulah yang sulit ditandingi oleh burung-burung lain.
Biasanya kacer yang masih muda, walaupun memiliki sifat pemberani namun mudah menyerah jika diperlihatkan dengan kacer lain yang sudah cukup umur, maka dari itu kacer yang masih muda tidak usah terburu-buru ditarungkan dengan kacer yang sudah dewasa.
Ciri dan Jenis Kacer
Untuk mengenal kacer tidak sulit. Burung ini memiliki warna dan variasi bulu yang sama dengan burung decu. Hanya saja membedakan postur tubuh, hanya saja tubuh kacer lebih besar. Kalau boleh dibilang Decu adalah miniatur burung Kacer, karena dua burung ini satu kerabat.
Warna bulu yang khas dari Kacer adalah dominan warna hitam. Terdapat tiga jenis Kacer yang dilihat dari asal populasinya. Kacer lokal dari jawa timur memiliki badan ramping. Warna bulu hampir seluruhnya hitam, hanya ada strip memanjang di ujung sayap.
Kacer jenis ini paling disuka oleh penghobi. Karena memiliki jiwa petarung dan memiliki suara yang banyak variasinya. Selain itu jenis ini juga mudah perawatannya. Kacer jenis lainnya berasal dari jawa barat atau para penghobi biasa memanggilnya Kacer Bandung. Warna bulunya sama dengan Kacer yang di Jawa Timur. Hanya saja perbedaaan yang mencolok adalah pada bulu tubuh bawah yang separonya berada dibagian bawah.
Penghobi Kacer, khususnya yang suka melombakan burung, kurang menggemari Kacer jenis ini. Sebab suaranya monoton tidak bisa menirukan suara burung lainnya. Dan mentalnya kurang bagus.Kacer jenis ini suaranya kurang keras sehingga harganya tidak terlalu tinggi dengan Kacer yang di daerah lain.
Sedangkan Kacer yang berasal dari Kalimantan lain lagi. Postur tubuhnya lebih besar dari jenis lainnya. Karena itu para penghobi sering menyebutnya Kacer Kebo. Suaranya cukup keras dan memiliki mental yang bagus. Namun Kacer ini memiliki kelemahan yang tidak disukai penghobi, yakni mudah sekali birahi. Terutama jika dipertemukan dengan Kacer jantan lainnya. Tanda-tanda jika sedang birahi seluruh bulu tubuh berdiri ekor naik ke atas kadang kesannya membungkus dada, untuk mennujukan kejantannya, atau kalangan penghobi menyebutnya dengan mbedesi.
Membedakan jenis Kelamin
Untuk membedakan jenis kelamin tidak terlalu sulit. Untuk membedakannya bisa diliat dari warna bulu dan fisik. 
Kacer jantan memiliki paruh tebal, bulu berwarna mengkilap, kepala tidak bulat, postur agak besar, dan tidak menonjol.
Sedangkan Kacer wanita ciri-cirinya adalah warna bulu kelabu agak kehitam-hitaman, postur agak kecil, kepala bulat, paruh sedang. Suara Kacer betina tidak terlalu keras dan monoton.
Perawatan Dan Pelatihan
Perawatan Kacer bakalan lebih kompleks dibanding dengan yang sudah jadi. Untuk sangkar burung akan membutuhkan tempat yang agak besar, dan jeruji dari bahan kayu yang halus. Ukuran sangkar yang ideal adalah yang memiliki panjang 50 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 70 cm.

Pakan yang baik untuk Kacer 
Pur dan makanan tambahan (extra fooding), berupa kroto kering, jangkrik dan ulat pisang.
Untuk pemberian pakan berupa jangkrik, cukup satu ekor perhari, sedang untuk persiapan lomba, biasanya 4-5 ekor perhari. Khusus untuk ulat pisang jangan diberikan terlalu banyak, karena dapat merontokan bulu dan enggan berkicau. 
Memandikan Kacer dapat dilakukan dengan menyemprotnya dengan sprayer atau memindahkan burung ke dalam sangkar pemandian.
Penyemprotan pada burung, sebaiknya menggunakan butiran air halus seperti embun. Agar burung tidak merasa terganggu dan menghindari kerontokan bulu. Pembasahan harus keseluruh tubuh, tapi usahakan jangan sampai terkena bagian hidung dan mata.
Kacer sebaiknya dua kali dalam sehari saat cuaca panas, yaitu pagi dan sore. Tetapi untuk Kacer bisa dilakukan lebih sering untuk menhilangkan sifat liarnya. Tujuan memandikan burung adalah untuk membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh dan juga menjaga agar suhu tubuh senantiasa sejuk.
Kepiawaian Kacer berkicau, tergantung pada pemeliharaan dan pelatihan. Selain itu kecepatan dan kemampuan Kacer untuk berkicau dapat dirangsang dengan cara latihan seperti berikut :
Melatih Kacer beradaptasi dengan lingkungan yang baru, bisa dilakukan dengan cara mengerudungi sangkar sementara waktu. Kerudung sangkar dibuka secara bertahap, agar Kacer dapat beradaptasi sambil bekicau.
Merangsang Kacer berkicau dengan cara mendekatkan burung yang telah mahir berkicau, selama 1-2 jam perhari, namun burung tersebut jangan dipertemukan secara langsung. Proses ini untuk membiasakan burung pada lingkungan lomba atau lingkungan yang biasa menjadi kerumunan atau lalu-lalng orang. Bila sudah biasa, akan keluar mental juara, dan tidak gentar menghadapi lawan yang sudah piawai.
Untuk menambah variasi volume, sebaiknya Kacer dicarikan master suara burung yang cukup keras. Misalnya : Jalak Suren, Love Bird, Cililin, Cucak Jenggot dan Lainnya.

jenis kacer paling populer untuk diternak

JENIS KACER PALING POPULER UNTUK DITERNAK

Perbedaan keduanya yang menyolok hanyalah pada warna bulu hitam-putih. Copsychus sechellarum atau kacer jawa berbulu hitam semua di bagian dada, sementara Copsychus saularis ataui kacer poci warna hitam hanya sampai dada dan ke bawah berwarna putih. Sementara itu burung yang sangat mirip dengan kacer poci atau kacer sumatra adalah kacer madagaskar (Copsychus albospecularis).

Habitat
Seperti disebutkan di atas, kacer terdiri dari 3 species, yakni Copsychus saularis, Copsychus sechellarum dan Copsychus albospecularis. Khusus untuk Copsychus saularis (Oriental Magpie Robin) ini terdiri dari 9 subspecies, yaitu:

Kacer poci
1. Saularis, (Thailand, India, Nepal, Malaysia, Indonesia)
2. Andamanensis, (Kep. Andaman)
3. Musicus, (Peninsular, Malaysia, Thailand)
4. Prosthopellus, (Hainan-China)
5. Erimelas (India ke Indochina),
6. Pluto (Sabah – Malaysia, Borneo – Indonesia),
7. Ceylonensis (India, Srilanka),
8. Adamsi (Sabah – Malaysia, Borneo – Indonesia),
9. Mindanensis (Mindanao – Philippines).

Kacer sumatera atau kacer poci mempunyai warna hitam pada kepala, leher sebatas dada, punggung dan bagian luar ekor. Sedangkan warna putih berada pada dada, perut dan ekor bagian dalam. Penyebaran mulai China, India, Nepal, Thailand, Indochina, Filipina, Malaysia dan Indonesia.

Kacer hitam atau sering disebut kacer jawa

Memiliki suara yang keras, nyaring dan pintar menirukan suara-suara di sekelilingnya. Penampilan sangat atraktif sambil

membuka ekor serta mengeluarkan suara kicauan yang merdu. Burung ini sangat menyukai udara panas.

Kacer hitam (Copsychus sechellarum) atau Seychelles Magpie Robin penyebarannya mulai dari Seychelles (Afrika), Jawa dan Kalimantan (Indonesia). Seluruh tubuh berwarna hitam, kecuali pada sayap terdapat warna putih. Kemampuan berkicau sangat baik dan pintar menirukan suara-suara di sekelilingnya. Penampilan sangat atraktif sambil memainkan ekor. Volume suara sedang. Jenis ini juga sangat suka dengan udara panas.

Tips Merawat Burung Kacer

Written By Unknown on Wednesday, December 25, 2013 | 8:19 PM


Karakter dan sifat burung Kacer, cara memilih burung Kacer, cara merawat burung Kacer, cara memaster burung Kacer, makanan, vitamin, mineral, hormon, asam mino dan obat untuk burung Kacer dan tips seputar burung Kacer.

Pemilihan Bakalan (Bahan), Perawatan Harian, Perawatan Pra Lomba, Perawatan Pasca Lomba dan Perawatan Mabung untuk Burung Kacer (Magpie Robin)
Burung Kacer merupakan salah satu burung petarung yang memiliki gaya paling eksotis, disamping suaranya yang sangat memukau. Merawat burung Kacer sangat mudah dan menyenangkan.

KARAKTER DASAR BURUNG KACER

  • Mudah beradaptasi, burung Kacer sangat mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
  • Petarung yang gampang naik darah. Apabila mendengar suara burung lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.
  • Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang berlebih atau melihat burung Kacer betina, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
  • Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.
  • Kuda Laut-Mbagong-Mbedesi. Setiap burung Kacer memiliki karakter ini, karena ini merupakan karakter dasar dari burung Kacer. Ada beberapa sebab yang membuat burung Kacer mbedesi atau mbagong, yaitu: terlalu birahi, tidak kondisi (mau mabung atau sedang mabung), jatuh mental dan kurang birahi.
PEMILIHAN BAHAN BURUNG KACER YANG BAIK

(CIRI-CIRI BURUNG KACER YANG BAIK DARI KATURANGGAN)

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Kacer.
  • Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Kacer jantan dapat dilihat warna bulu hitam yang tegas mengkilap dan kontras.
  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  • Kepala berbentuk kotak, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut  sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.

MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG KACER

  • Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Kacer. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
  • EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Kacer  yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberian EF tersebut.

PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG KACER

Perawatan harian untuk burung Kacer relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.
Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Kacer:
  • Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  • Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer dan Air Minum.
  • Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
  • Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  • Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  • Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
  • Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
  • Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
  • Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
PENTING
  • Kroto segar diberikan 1 sendok makan maksimal 4x seminggu.
  • Pemberian Cacing diberikan 1 ekor 2x seminggu.
  • Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
  • Berikan Vitamin dan Mineral yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.

PENANGANAN APABILA BURUNG KACER OVER BIRAHI

  • Pangkas porsi Jangkrik menjadi 2 pagi dan 2 sore.
  • Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00).
  • Berikan Cacing 2 ekor 2x seminggu.
  • Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore.
  • Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja.
  • Waktu pengumbaran dibuat lebih sering dan lebih lama.

PENANGANAN APABILA BURUNG KACER KONDISINYA DROP

  • Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore.
  • Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi setiap hari.
  • Berikan Kelabang 2 ekor seminggu sekali.
  • Mandi dibuat 2 hari sekali saja.
  • Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Kacer lain dahulu.
  • Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari.

PENANGANAN APABILA BURUNG KACER MBAGONG

  • Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
  • Lakukan mandi malam. Minimal seminggu sekali.
  • Mandi pasir sewaktu penjemuran dengan menyediakan bak khusus berisi pasir bersih yang sudah diayak. Lakukan minimal seminggu sekali.
  • Stelan EF perlu di atur ulang menjadi setengah dari porsi awal.
  • Bisa diberikan Ulat Bambu 2 ekor seminggu sekali

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG KACER UNTUK LOMBA

Perawatan lomba untuk burung Kacer sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan hariannya. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung Kacer agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil.
Kunci keberhasilan perawatan lomba untuk burung Kacer yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Kacer:
  • H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 5 ekor pagi dan 5 ekor sore.
  • H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
  • 1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 3-5 ekor dan Ulat Hongkong 6-15 ekor.
  • Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 2 ekor lagi.
PENTING
  • Sebaiknya, mulai H-6 burung diisolasi. Jangan sampai melihat dan mendengar suara burung Kacer lain.
  • Lakukan mandi malam (jam 19.00-20.00) pada H-1.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG KACER PASCA LOMBA

Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Pasca Lomba untuk burung Kacer:
  • Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
  • Berikan Vitamin dan Mineral pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
  • Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG KACER MABUNG

Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung Kacer pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung Kacer menjadi rusak.
Pada masa mabung, metabolisme tubuh burung Kacer meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung Kacer butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal.
Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.
Berikut ini Pola Perawatan Masa Mabung untuk burung Kacer:
  • Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
  • Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
  • Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan  untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi, Cacing 2 ekor 3x seminggu dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
  • Berikan Vitamin dan Mineral yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
  • Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.
SUARA MASTER YANG BAIK UNTUK BURUNG KACER (MAGPIE ROBIN)
Irama lagu yang dimiliki burung Kacer memegang peranan yang sangat penting di dalam penilaian lomba burung Kacer. Karena kembali kepada filosofi burung berkicau, daya tarik utama dari burung berkicau adalah kemampuan berkicaunya (irama lagu).

Memilih suara-suara master untuk burung Kacer janganlah terfokus hanya memilih suara-suara master yang kedengarannya unik dan bagus.
Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan;
  • Kesesuaian irama lagu dan frekuensi antara suara master dengan burung andalan kita. Ketidaksesuaian suara master dengan burung akan menyebabkan lagu yang fals dan tidak enak didengar.
  • Mengikuti Trend Lagu yang ada. Misalnya tonjolan dan tembakan yang sedang digandrungi pada saat ini adalah tonjolan dengan speed rapat divariasikan dengan irama lagu yang ngeroll.
  • Variasi irama lagu yang mewah. Yang dimaksud irama lagu yang mewah disini bukanlah suara tonjolan yang keras, tetapi kita harus bisa memilih suara-suara master yang memiliki variasi speed yang selaras dan irama lagu yang memiliki cengkok dan mengalun.
Sangat banyak metode dan cara-cara yang dapat dilakukan di dalam proses pemasteran burung berkicau. Dan juga banyak sekaberkembang mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya dilapangan.
Salah satu mitos aneh yang berkembang, yaitu burung yang akan di master harus melihat burung masternya, agar burung yang di master dapat menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut burung master tersebut. Mitos lainnya yaitu proses pemasteran burung berkicau harus menunggu burung dalam keadaan ganti bulu atau mabung.
Sebenarnya; Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung berkicau dalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung berkicau dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan pemasteran.
Kunci keberhasilan dalam memaster burung Kacer adalah memaster burung dengan suara-suara master (burung master) yang cocok dan sesuai dengan karakter dasar lagu burung yang akan di master (burung maskot).
Satu lagi yang terpenting, jangan lupa untuk selalu memperdengarkan suara-suara master tersebut secara berkala (Feedback) kepada Kacer tersebut. Supaya irama lagu yang sudah ada tidak hilang dan menjadi rusak.
 
Support : Creating Website | Kicau Burung | Burung Ocehan
Copyright © 2014. Kicauan Burung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Nawang Septiani
Proudly powered by Blogger