Powered by Blogger.
Latest Post
Showing posts with label Lainnya. Show all posts
Showing posts with label Lainnya. Show all posts

FAKTA UNIK BURUNG BEO

Written By Unknown on Monday, December 30, 2013 | 6:05 PM

Burung cantik yang tubuhnya berwarna hitam dengan aksen berwarna kuning di wajahnya ini termasuk salah satu jenis burung paling cerdas di dunia. Burung beo memiliki kemampuan untuk menirukan bunyi-bunyian yang didengarnya. Pada ahli pun sepakat bahwa burung beo adalah burung yang paling sempurna dalam menirukan bunyi. 
Berdasarkan penelitian, setiap burung menggunakan laring di tenggorokannya utnuk mengeluarkan bunyi. Berbeda dengan burung nuri atau kakatua yang hanya mengandalkan laringnya untuk mengeluarkan bunyi, burung beo juga menggerakkan lidahnya maju dan mundur untuk melafalkan setiap bunyi.
Para peneliti menemukan bahwa pergerakan lidah yang berbeda sebesar satu milimeter saja, akan berdampak begitu besar pada bunyi yang dihasilkan oleh burung beo. Selain itu, bentuk dan ukuran lidah burung beo ternyata menyerupai bentuk lidah manusia. Hal inilah yang kemudian diyakini sebagai penyebab burung beo dapat menirukan bunyi-bunyian dengan lebih sempurna.

FAKTA UNIK TENTANG BURUNG GAGAK

Fakta Unik tentang Burung Gagak - Apa yang anda tau tentang burung Gagak? Gagak adalah anggota burung pengicau yang termasuk dalam marga Corvus, suku Corvidae. Hampir semua jenis burung ini berukuran relatif besar dan berwarna bulu dominan hitam. Namun dibalik bulu hitam yang mengerikan itu ternyata burung yang selama ini dipercaya sebagai burung pembawa sial, memiliki banyak hal yang bisa kita pelajari loh sob. Jika anda mengerti akan kehebatan dari burung Gagak, mungkin anda akan dengan seketika melupakan persepsi tentang gagak yang menakutkan, pembawa kematian ataupun pembawa sial. Selain itu Burung gagak juga dikenal sebagai Burung yang sangat cepat beradaptasi dengan tempat yang sulit sekalipun. Mau tau kehebatan mereka? Yuk kita liat sifat-sifat dari burung Gagak yang patut kita contoh..

1. Kerjasama tim
Burung gagak memiliki jiwa sosial yang baik loh. Terbukti dengan sifat mereka yang selalu selalu mencari makanan secara berkelompok dan terorganisasi.  Mereka juga tidak segan-segan saling berbagi makanan.

2. Pertemanan
Kita bisa kasih 2 jempol ni sob dari sifat mereka yang ini. Burung gagak memiliki tingkat solidaritas yang tinggi. Hal ini terbukti Ketika satu burung gagak terluka maka gagak yang lain akan datang membantu, bahkan terkadang bisa mencapai puluhan gagak yang berkumpul untuk menolongnya.

3. Berbagi informasi
Ternyata burung Gagak bisa curhat juga loh sob. Burung Gagak sangat suka berkumpul di setiap sore hari dan berbagi informasi tentang apa yang mereka alami sepanjang hari. Dengan saling bertukar informasi, para gagak akan memberitahu dimana letak sumber makanan potensial untuk kelompoknya.

4. Etika
Di dalam hal mencari makanan, Burung Gagak memiliki beberapa etika yang tinggi dan harus mereka patuhi, Hal ini adalah tentang penyebaran informasi dan makanan di dalam kelompok. Ketika seekor gagak tidak berbagi informasi dengan sesamanya maka dia akan terkena hukuman berupa cakaran serta patukan paruh dari kelompoknya.

5. Keberanian

Berbeda dengan burung lainnya, gagak berani  mendekati manusia untuk memeriksa apakah ada makanan yang dibawa, Dibandingkan dengan burung rajawali dan elang, burung gagak memang memiliki ukuran yang kecil. Walaupun demikian, tidak menyurutkan niat mereka untuk mencuri dari cakar kedua burung besar tersebut.

6. Suka mandi
Banyak persepsi tentang Burung Gagak adalah burung hitam yang menakutkan. Namun dibalik warnanya yang terlihat sangat hitam tersebut, ternyata mereka sangat rajin merawat dan membersihkan diri mereka dengan mandi loh.

7. Kemampuan otak

Burung gagak merupakan burung paling pintar di dunia. Para ilmuwan di Jepang telah melakukan penelitian dengan meletakkan makanan di dalam sebuah kotak. Ketika burung lain tidak dapat membuka kotak tersebut, Burung gagak dengan mudah dapat membukanya. Mereka juga mampu mengingat beberapa hal sangat baik dan bahkan memiliki kemampuan menyusun suara yang bagus setara dengan kemampuan bahasa manusia primitif. Gagak memiliki kemampuan untuk membedakan simbol-simbol yang mewakili jumlah.

Dan yang terakhir ni sob. Kalian yang beragama islam pasti sudah  mendengar tentang kisah anak Nabi Adam as yang jahat dan tega membunuh saudaranya sendiri kan? Ternyata manusia mampu mengerti cara menguburkan orang yang telah meninggal dengan melihat perilaku gagak.

MENGAPA BURUNG JADI MACET BUNYI??

Written By Unknown on Sunday, December 29, 2013 | 7:51 PM

Mungkin sering kali para pemilik burung dibuat pusing dengan masalah yang satu ini. Burung yang semula rajin bunyi tiba-tiba tidak mau bunyi sama sekali alias macet. Tidak hanya pada jenis burung Anis merah saja namun burung jenis lain seperti murai batu, kacer, cucak hijau dll. Bila Anda mengalami hal seperti ini cobalah mencari faktor penyebabnya bisa bermacam-macam. Mungkin burung dalam keadaan sakit, kalah mental karena berhadapan dengan burung yang lebih dewasa, atau mungkin saja terdapat kutu pada bulu burung, atau bakteri yang biasa terdapat pada makanan sisa (terutama kroto) yang sudah basi, bisa juga dari bakteri yang terdapat pada kotoran yang berada di bagian bawah sangkar. Namun tidak menutup kemungkinan juga waktu pemeliharaan yang selalu berubah-ubah.
Cobalah lakukan hal-hal berikut ini : Berikan cairan khusus untuk mandi burung untuk membasmi kutu pada bulu-bulunya. Dan jangan lupa bersihkan bekas sisa makanan serta alas untuk kotoran.Bersihkan dengan menggunakan desinfektan khusus untuk burung peliharaan. Jemur rutin setiap pagi mulai jam 7.00 hingga jam 09.00 atau jam 10.00 untuk burung dalam kondisi tidak sakit (sehat) Namun apabila burung dalam kondisi sakit sebaiknya jangan dijemur dahulu biarkan setelah kandang dibersihkan sangkar dikerodong kembali yang sebelumnya sudah disediakan makanan serta air minum yang bersih.Tambahkan juga cairan vitamin atau obat khusus untuk burung yang sakit.
Untuk Jenis burung pemakan serangga berilah secukupnya extra fooding seperti jangkrik. pemberian kroto untuk jenis burung murai batu dan kacer berilah agak banyak bila perlu satu wadah (cempuk) khusus kroto. Untuk jenis Anis merah kroto jangan diberikan terlalu banyak sedikit saja (satu sendok teh). Buah diberikan setiap hari secara bergantian bagi jenis Anis merah misalnya senin,rabu,jumat diberi apel sedangkan selas,kamis,sabtu diberi pepaya. Untuk hari Minggu bisa diberikan apel lagi bila perlu. Berikan vitamin khusus burung berkicau ke dalam air minumnya setiap pagi hari jangan lupa sore diganti air minum yang baru. pada burung anis merah bisa ditambahkan cacing cukup 1 ekor saja.
Faktor lain yang menjadi penyebab burung berkicau menjadi macet bunyi adalah kemungkinan adanya bakteri yang terdapat pada pita suara. Cobalah berikan obat tetes yang langsung diminumkan ke dalam
mulut burung sesuai anjuran yang biasa terdapat pada botol kemasannya.
Lain halnya dengan burung yang macet dikarenakan kalah mental dengan burung yang lebih dewasa atau mentalnya lebih berani. Menurut beberapa perawat yang sudah berpengalaman bila burung kita mengalami hal seperti ini bisa dicoba dengan dipertemukan dengan burung sejenis yang memiliki mental kurang berani. Hal ini mungkin bertujuan untuk mengembalikan rasa percaya diri pada burung yang semula rajin bunyi alias gacor tiba-tiba macet tadi.

definisi dan perawatan pada burung bayan

Indonesia memiliki beragam burung paruh bengkok (parrot) yang sebagian besar termasuk dalam daftar burung yang dilindungi. Salah satu di antaranya adalah nuri bayan atau eclectus parrot (Eclectus roratus ). Apakah burung dilindungi boleh ditangkar dan hasilnya bisa diperjualbelikan? Bisa saja, asalkan Anda memperoleh izin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di provinsi masing-masing. Sebagian besar burung yang ditangkar MBOF Bogor pun merupakan burung dilindungi, tetapi sudah mengantungi izin resmi dari BKSDA Provinsi Jawa Barat. Nah, tertarik untuk menangkar nuri bayan? Berikut ini tips perawatan dan penangkaran burung eksotik tersebut.
Nuri bayan merupakan salah satu jenis dari burung paruh bengkok yang cerdas (hampir semua burung paruh bengkok cerdas, he.. he…). Tetapi berbeda dari lovebird yang cenderung bersifat monogami, nuri bayan jantan dan betina sama-sama suka “berselingkuh”. Burung betina, meski sudah punya pasangan, sangat dimungkinkan mencari pasangan baru. Begitu pula dengan burung jantan yang sudah punya pasangan.
Keunikan lain dari burung ini adalah induk betina yang acapkali membunuh anaknya yang berjenis kelamin jantan jika muncul kondisi tertentu atau faktor pemicu. Perilaku ini pernah dibahas Om Kicau dalam artikel di sini.
Nuri bayan memiliki sembilan subspesies yang tersebar di hutan-hutan dataran rendah, perkebunan kelapa dan savana yang berada di Maluku, Sunda Kecil (Bali, NTB, NTT),  Papua, Australia, Papua Nugini dan Kepulauan Solomon.
Termasuk burung yang dilindungi
Nuri bayan rermasuk burung dilindungi
Meski statusnya dalam IUCN Red List ditetapkan tidak terlalu mengkhawatirkan (Least Concern / LC), faktanya populasi nuri bayan di alam liar makin menipis, terutama akibat maraknya perburuan liar dan kerusakan habitat. Karena itulah, nuri bayan dimasukkan dalam daftar burung dilindungi berdasarkan PP No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
Sexing burung nuri bayan
Membedakan jenis kelamin burung nuri bayan relatif mudah, karena perbedaan warna bulu yang sangat mencolok antara burung jantan dan burung betina.
Nuri bayan jantan memiliki bulu berwarna hijau, dengan bagian bawah sayap dan sisi dada berwarna merah dan biru. Paruh atas berwarna jingga kemerahan dengan ujung kuning, sedangkan paruh bawah berwarna hitam.
Adapun burung betina memiliki bulu berwarna merah. Bagian dada dan punggungnya berwarna biru keunguan, dengan paruh berwarna hitam. Karena perbedaan yang kontras, keduanya pernah hampir dipisahkan menjadi spesies yang berlainan.

Perawatan nuri bayan 
Perawatan burung nuri bayan tidak jauh berbeda dari perawatan burung paruh bengkok lainnya. Pakan utamanya berupa biji-bijian dan buah-buahan. Dalam pemeliharaan manusia, pemberian multivitamin sangat diperlukan agar burung selalu fit dan relatif terjaga dari berbagai gangguan kesehatan yang kerap menimpa burung paruh bengkok.
Buah yang diberikan bisa berupa apel, peer, dan pisang. Hindari pemberian buah alpukat dan cokelat karena bisa mengganggu kesehatan mereka. Tambahkan pula sayuran seperti jagung manis dan brokoli. Apabila burung hendak ditangkar, tambahkan kangkung yang sangat baik untuk induk jantan dan betina.
Burung nuri memiliki kemampuan untuk diajari berbicara. Bahkan burung ini juga pintar meniru suara-suara lain atau suara lingkungan sekitar, misalnya suara dering telepon, suara alarm atau suara lainnya.
Penangkaran nuri bayan 
Untuk menangkar nuri bayan, tentu dibutuhkan kandang penangkaran berukuran besar, mengingat tubuh mereka termasuk besar jika dibandingkan dengan burung sejenis lovebird. Panjang dan / atau lebar kandang minimal 1,2 meter, sesuai dengan rentangan kedua sayap burung ini.

Burung yang akan ditangkarkan setidaknya berusia 2 –  3 tahun, karena pada usia tersebut burung sudah mengalami kematangan dalam organ reproduksinya. Nuri bayan termasuk burung yang mudah berpasangan. Hal itu karena burung betina memiliki sifat poliandri. Jadi, tidak masalah jika menangkar mereka dalam kandang koloni dengan satu betina dan beberapa burung jantan.
Bisa juga menerapkan sistem poligami, dengan memasukan beberapa burung betina dengan seekor burung jantan dalam kandang. Metode ini bahkan bisa mendongkrak produktivitas penangkaran, sekaligus menghemat penggunaan burung jantan.
Baik metode poliandri maupun poligami, semua calon indukan jantan maupun betina perlu diberi suplemen khusus penangkaran seperti BirdMature, agar proses perjodohan berjalan lancar, fertilitas dan daya tetas telur meningkat, dan kualitas anakan lebih bagus.
Kotak sarang yang digunakan berbentuk gelodok. Akan lebih baik lagi jika menggunakan gelodok berbentuk huruf  ”L” .
 Induk betina akan bertelur sebanyak dua butir, dan akan dierami selama 26 – 28 hari. Selama mengerami telur-telurnya, burung jantan akan bertugas menjaga sarang dan memberi makan pasangannya. Pada waktu inilah, pemberian pakan buah-buahan dan sayuran harus lebih ditingkatkan .
 Burung nuri bayan muda akan mampu meninggalkan sarangnya dalam waktu 12 minggu. Pada saat ini burung muda bisa dipisahkan untuk diteruskan perawatannya oleh penangkar. Tetapi jika masih belum pede, biarkan perawatan dilakukan induknya hingga burung mandiri.

TIPS MENJINAKKAN BURUNG NURI

Amat disayangkan saat kita memelihara burung Nuri tetapi cuma dapat jadikan tontonan. Kita tidak bisa menyentuhnya atau berhubungan segera karena burung tersebut terlampau liar. Namun janganlah cemas kami juga rasakan perihal yang sama saat pertama kali beli burung Nuri. Apalagi untuk menyentuhnyapun kami mesti menggunakan dua lapis sarung tangan. (sempatkah teman-teman rasakan patukan burung Nuri, terasa nyut-nyut bagaimana gitu). Kurang dari 3 minggu Nuri kesayanganpun telah sangat jinak.

Burung jinak didalam perihal ini bukan hanya bermakna burung menurut saja saat dipegang, atau mendekat bila didekati orang. Burung jinak dengan umum yaitu burung yang bebas dari tekanan di sekelilingnya, burung yang tidak takut lagi pada makhluk hidup di sekelilingnya terlebih pada manusia.

Untuk menjinakkan burung telah banyak panduan didapatkan dari kawan-kawan kita. Didalam sistem lumrah, burung dapat jinak kurun waktu relatif lama. Bila akan agak cepet, kuncinya ya pada diri kita sendiri pernah apa tidak. Bila anda pernah, kerjakan perihal di bawah ini.

1. Bentuk serta posisi kandang Nuri

Kandang tertutup kurang efisien untuk menjinakkan burung Nuri. Baiknya pakai kandang terbuka andalkan rantai sebagai pengamannya. Bila burung Nuri anda amat liar, baiknya ditempatkan di area ramai atau sisi rumah yang kerap dilalui angkota keluarga. Perihal ini supaya burung Nuri punya kebiasaan dengan manusia. Janganlah justru digantung di area tersembunyi dikarenakan anda takut burung kelabakan. Bila Nuri terlihat takut/gugup baiknya ditempatkan agak tinggi sepanjang sepekan lantas posisi agak diturunkan. Kerjakan sepanjang sepekan, turunkan lagi, sepekan mendatang turunkan lagi hingga posisi normal.

2. Memandikan Burung Nuri

Umumnya kami memandikan burung Nuri dengan disemprot gunakan semprotan hingga basah kuyup. Tidak masalah dia kelabakan kesana-kemari waktu disemprot. Betul-betul basah kuyup hingga menggigil kedinginan serta tidak kelabakan lagi. Biarlah dulu dia di karamba, hingga bulu agak kering. Namun kadang-kadang kami terburu-buru untuk kekantor, masukkan segera ke sangkar juga tidak apa-apa, serta gantung di tempatnya.

Ada beberapa manfaat memandikan Nuri hingga basah kuyup, yaitu: 
  • Mempercepat rasa lapar. Pada waktu basah kuyup Nuri dapat jadi lapar bukan hanya dikarenakan kekurangan nutrisi, lain kan bila kita memanglah sengaja tidak berikan pakan burung dengan teratur atau cukup, yang didalam perihal ini burung benar-benar kekurangan seluruh nutrisi. Bila memandikan, maka rasa lapar cuma dikarenakan dia terlampau banyak membakar karbohidrat untuk memanaskan tubuh. 
  • Didalam sistem penjinakan saat burung basah kuyup kita bisa berikan pelajaran bahwa walau Nuri cuma dapat diam, manusia yang berlalulalang di sekelilingnya tidaklah ancaman. 

3. Pemberian makanan burung Nuri

Saat lapar maka burung dapat makin jadi bergantung pada kita. Memanglah kelemahan burung peliharaan ada pada perutnya, pada waktu berikan makanan yaitu moment yang pas untuk menjinakkan Nuri anda. Untuk hindari patukan si burung awalannya kami berikan makanan gunakan lidi, makin lama lidi makin pendek, akhir kata cobalah deh taruh makanan di tangan kita. Bila telah berani dia mendekat serta makan di tangan kita itu telah sinyal mulai jinak, namun janganlah terburu-buru.

Sesudah mulai akrab lepasin itu burung Nuri, namun kasih rantai yg agak berat agar dia dapat jalur namun ngak dapat terbang. Nah bila telah hingga step begini semakin kerap dah kasih makan dari tangan kita lama lama naik tuh burung ke badan, bisa disebut telah jinak dan tidak akan terbang.

Tersebut sebanyak cara menjinakkan burung yang dapat kita tentukan. Bila ketiga cara tersebut dapat kita laksanakan/kombinasikan bersamaan, maka kurun waktu tidak hingga 1 bulan burung liar telah lantas relatif jinak.

Menjinakkan burung dengan cara tersebut memanglah membawa sebanyak konsekuensi, contohnya burung yang awal mulanya telah akan ngriwik/bunyi, lantas agak macet dikarenakan stres. Burung yang awal mulanya mulus, lantas luka atau rusak bulu. Namun seluruh yaitu sisi dari sistem.

MERAWAT BURUNG CABAI

Burung cabai (bukan cabe), atau sering juga disebut burung kemade, merupakan spesies burung kecil dari genus Dicaeum. Burung-burung ini termasuk jenis flowerpecker, atau burung penyanyi kecil yang kerap berada di pepohonan yang sedang berbunga. Mereka kerap terlihat bersama burung kacamata / pleci saat mencari makanan.
Sebagian dari kita pernah melihat burung cabai di sekitar halaman rumah, apalagi jika di halaman ini terdapat tanaman buah seperti jambu air, kersen, ceri, dan sebagainya. Berikut ini 21 spesies burung cabai yang ada di Indonesia, beserta suara kicauannya.
Mengapa saya menulis burung cabai, kemudian dalam tanda kurung terdapat tulisan “bukan cabe”? Bukan apa-apa, ini hanya sekadar cara kita menghormati kesepakatan yang sudah dibuat para ornitholog Indonesia. Lagi pula, dalam bahasa Indonesia, tulisan yang benar memang cabai, bukan cabe. Ya, kita perlu membiasakan memakai istilah yang benar, meski sekilas berkesan sepele.
Burung cabai memiliki persebaran cukup luas, yaitu daerah tropis di wilayah selatan Asia, mulai wilayah timur India hingga Filipina, kemudian ke selatan (Indonesia dan Australia). Genus Dicaeum memiliki keterkaitan dengan genus Prionochilus (sejenis pentis) dan membentuk kelompok monofiletik.
Dalam artikel sebelumnya (cek di sini), sudah dijelaskan salah satu spesies dari burung cabai, yaitu cabai jawa (Dicaeum trochileum). Dalam perawatannya, burung ini bisa disandingkan dengan pleci, atau bisa juga digunakan untuk memancing burung lain berbunyi karena suara crecetannya yang khas.
Kali ini, Om Kicau akan mengulas 21 spesies burung cabai yang ada di wilayah Indonesia, beserta gambar dan suara kicauan sebagai referensi bagi Anda.
1. Burung cabai benalu 

Burung cabai benalu atau mistletoebird (Dicaeum hirundinaceum) berukuran sekitar 9 cm. Pada burung jantan, bulu bagian atas berwarna hitam berkelir kebiruan. Adapun tubuh bagian bawah berwarna merah jambu.
Pada burung betina, bagian atas tubuhnya berwarna cokelat-zaitun. Tunggir berwarna kemerahan, sedangkan bagian bawah berwarna putih.
Spesies ini memiliki empat ras / subspesies yang tersebar di Australia dan beberapa pulau kecil di kawasan timur Indonesia.
Anda juha bisa melihat spesies burung cabai lainnya, beserta rupa dan suara kicauannya, dengan mengklik link  berikut ini :
  1. Burung cabai benalu
  2. Burung cabai bunga-api
  3. Burung cabai dada-api
  4. Burung cabai dahi-hitam
  5. Burung cabai emas
  6. Burung cabai gesit
  7. Burung cabai gunung
  8. Burung cabai jawa
  9. Burung cabai kelabu
  10. Burung cabai lombok
  11. Burung cabai mantel-merah
  12. Burung cabai merah
  13. Burung cabai panggul-hitam
  14. Burung cabai panggul-kelabu
  15. Burung cabai panggul-kuning
  16. Burung cabai papua
  17. Burung cabai perut-kuning
  18. Burung cabai polos
  19. Burung cabai rimba
  20. Burung cabai sulawesi
  21. Burung cabai tunggir-cokelat
Semoga bermanfaat.

Cara Menetasnya Telur Burung Kenari Dan Penyebab Kematian Embrio

Written By Unknown on Saturday, December 28, 2013 | 6:04 PM

Tetapi, karena berbagai sebab, tidak semua telur fertil menetas. Apabila dipetakan, kegagalan dalam penetasan telur burung bisa disebabkan dua faktor, yaitu telur yang ditetaskan memang infertil, atau telur fertil yang embrionya mati sebelum menetas.
Mengenai telur infertil sudah dijelaskan panjang lebar di bagian atas, sehingga pembahasan kali ini hanya mengenai telur yang tidak menetas akibat kematian embrio di dalam telur.
Kematian embrio di dalam telur umumnya terjadi dalam periode awal penetasan dan periode akhir penetasan, dengan rincian sebagai berikut :
1. Periode awal penetasan
  • Periode ini mencakup 3 hari pertama sejak telur dierami atau ditetaskan.
  • Pada periode ini diperlukan konsistensi suhu pengeraman, agar sel benih (discus germinalis) bisa berkembang menjadi embrio.
2. Periode akhir penetasan
  • Periode ini mencakup 3 hari terakhir sebelum piyik menetas.
  • Periode ini juga membutuhkan kestabilan suhu pengeraman / penetasan.
Di luar kedua periode tersebut, embrio juga bisa mengalami kematian pada separo masa penetasan atau pengeraman. Detailnya nanti akan dijelaskan pada beberapa sebab telur tidak menetas akibat kematian embrio di dalam telur.
Embrio mati di dalam telur.(foto: avianweb.com)
Embrio mati di dalam telur.
(foto: avianweb.com)
Sebagaimana telur infertil, kondisi embrio di dalam telur pun bisa dilihat melalui peneropongan telur (candling). Silakan periksa lagi Cara mengintip telur.
Om Kicau sangat menganjurkan candling, baik untuk telur infertil maupun telur yang embrionya mati di dalam telur. Jika sejak awal sudah mengetahui telur infertil, Anda bisa segera mengambilnya, dan bisa digoreng (tetap nikmat lho..). Hal ini berlaku untuk penetasan alami maupun menggunakan mesin tetas.
Lebih penting lagi untuk mengeluarkan telur yang embrionya mati di dalam telur. Sebab cairan di dalam telur ini membusuk, menghasilkan gas ammonia, yang kalau terlalu berlebihan tidak baik untuk perkembangan embrio-embrio lain yang masih hidup. Hal ini juga berlaku untuk penetasan alami maupun menggunakan mesin tetas.
Beberapa penyebab utama kematian embrio
1. Embrio kekurangan nutrisi
Induk burung, terutama burung betina, bisa saja mengalami kekurangan nutrisi pada salah satu atau beberapa jenis nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, serat kasar, vitamin, dan mineral. Tetapi malnutrisi yang paling berpengaruh terhadap penetasan telur justru vitamin dan mineral.
Hampir semua defisiensi vitamin berpotensi menyebabkan kegagalan penetasan. Sedangkan jenis mineral yang cukup berpengaruh terhadap penetasan telur adalah mangaan (Mn), seng (Zn), yodium (I), dan zat besi (Fe).
Untuk mengetahui detail dampak kekurangan vitamin terhadap perkembangan embrio dalam telur, silakan klik di sini.
2. Induk betina sering meninggalkan sarang
Sebelumnya sudah dijelaskan, bahwa periode awal dan periode akhir penetasan / pengeraman telur membutuhkan konsistensi suhu dan pengeraman. Apabila menggunakan mesin tetas, apalagi mesin tetas otomatis, hal ini mungkin tak menjadi masalah.
Tetapi pada penetasan alami, atau telur dierami induknya, ada beberapa problem yang kerap terjadi, sehingga telur tidak mendapat suhu yang stabil pada kedua periode kritis tersebut. Problem yang sering muncul adalah induk betina sering meninggalkan telur, sehingga kemungkinan menetas makin kecil.
Penyebab utama induk betina sering meninggalkan sarang adalah karena banyak kutu / tungau yang menempel pada bahan sarang, bahkan pada bulu-bulu dan permukaan kulit induk betina. Terkadang induk tak sekadar meninggalkan sarang.
Dalam kondisi kutu sudah sangat banyak, induk betina biasanya akan stres dan merusak sarang serta telur-telur di dalamnya. Tidak mengherankan apabila sejumlah penangkar sering mengeluh mengapa induk betina membuang telurnya, atau bahkan mematuki telurnya sendiri hingga pecah.
Untuk mengetahui hal ini, Anda dapat memeriksa kondisi sarang ketika induk betina keluar sebentar untuk makan atau minum. Jangan sekali-sekali memeriksa sarang saat induk betina masih berada di dalamnya, karena hal ini juga akan membuatnya stres dan berdampak sama buruknya.
Jika benar sarang penuh kutu, maka taburkan serbuk FreshAves di bagian bawah sarang. Hal ini juga harus dilakukan ketika induk betina sedang keluar sarang.
Selain itu, larutkan 5 gram serbuk FreshAves ke dalam 1 liter air, diaduk hingga merata, lalu dimasukkan ke dalam sprayer. Semprot seluruh bagian kandang agar kutu, tungau, semut, nyamuk, dan parasit mati.
Air bekas semprotan yang sudah mengering ini juga akan membuat semua hewan kecil itu tidak berani memasuki kandang. Usahakan hal ini dilakukan rutin seminggu sekali, bahkan ketika induk sedang tidak berproduksi.
3. Induk betina terganggu induk jantan
Meski frekuensinya tidak terlalu sering, kasus ini beberapa kali dialami sebagian penangkar, terutama penangkar kacer, murai batu, trucukan, dan beberapa jenis burung lainnya. Dalam hal ini, induk betina yang sedang mengerami telurnya, justru dirayu-rayu pasangannya untuk diajak kawin.
Kasus ini biasanya disebabkan induk jantan mengalami over birahi (OB). Penyebabnya adalah porsi extra fooding (EF) terlalu berlebihan. Induk betina yang terus diganggu menjadi stres, dan akan meninggalkan sarang, membuang telur, atau bahkan memecahkan telur-telur yang sedang dierami. Dampaknya mirip dengan induk betina yang meninggalkan sarang akibat banyak kutu / tungau, namun solusinya berbeda.
Dalam kasus ini, solusi yang bisa dilakukan adalah memasukkan induk jantan ke dalam sangkar, namun sangkar tetap ada di kandang penangkaran. Pada saat bersamaan, porsi EF dikurangi dari biasanya. Induk jantan baru dikeluarkan dari sangkar jika piyik sudah dipisah dari induk betina.
4. Kesalahan dalam mengoperasikan mesin tetas
Mesin tetas memang memudahkan penangkar dalam menetaskan telur-telur indukan burung yang ditangkarkan. Selain bisa menampung telur dalam jumlah banyak, semua telur juga bisa menetas dalam waktu bersamaan.
Tetapi kesalahan dalam mengoperasikan mesin tetas dapat berakibat fatal, misalnya seluruh telur gagal menetas. Jarang sekali kekeliruan dalam mengoperasikan mesin tetas hanya akan mengakibatkan sebagian telur menetas dan sebagian lagi tidak menetas.
Hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam penggunaan mesin tetas antara lain :
  • Suhu penetasan
  • Kelembaban penetasan
  • Kadar oksigen dalam mesin tetas
  • Frekuensi pemutaran telur
Apabila Anda membeli mesin tetas, usahakan ada manual book atau panduan mengenai cara penggunaannya. Kalau Anda membuat sendiri, silakan cari dan baca referensi mengenai cara penggunaannya. Om Kicau pernah menurunkan artikel mengenai hal ini, silakan cek di sini. Di beberapa bagian ada masalah pengaturan suhu dan kelembaban.
5. Telur terinfeksi bakteri atau virus
Ada beberapa hal yang membuat telur terinfeksi bakteri atau virus, antara lain:
  • Telur terkontaminasi virus atau bakteri dari tangan orang yang memegangnya. Hal ini bisa terjadi ketika Anda melakukan peneropongan telur (pasti memegang telur bukan?). Bisa juga ketika Anda melakukan pemutaran telur dengan tangan (jika Anda menggunakan mesin tetas non-otomatis). Karena itu, sebelum memegang telur, tangan dicuci dengan sabun antiseptik, atau menggunakan desinfektan yang bisa dibeli di apotek dan toko kimia .
  • Mesin tetas jarang disucihamakan setelah digunakan. Banyak penangkar yang begitu senang melihat telur-telurnya menetas, tapi lupa membersihkan mesin tetas. Karena itu, biasakan setelah telur menetas, bagian dalam mesin tetas disemprot dengan cairan desinfektan.
  • Kandang terkontaminasi bakteri atau virus yang dibawa vektor tertentu yang masuk ke dalam kandang. Misalnya semut, nyamuk, kutu, tungau, dan parasit lainnya. Untuk mencegah hal ini, kebersihan kandang harus selalu dijaga. Biasakan kandang selalu dalam keadaan kering. Sucihamakan kandang menggunakan FreshAves setiap minggu, agar kandang terbebas dari semua vektor pembawa bakteri dan virus.
6. Banyak getaran di lokasi sarang
  • Hal ini sering dialami para penangkar yang membangun kandang dekat rel kereta api, pabrik yang peralatannya menimbulkan getaran, dan sebagainya. Jika rumah Anda di dekat rel, namun getaran roda kereta api tidak sampai ke rumah / kandang (biasanya sekitar 100 meter), ini tidak masalah (soalnya dulu pernah ada yang bertanya seperti ini).
  • Bergetar atau tidak sebenarnya bisa dideteksi dari kaca jendela. Kalau kaca terdengar agak gemerutuk, baik karena kereta api atau mesin pabrik, berarti lokasi kandang tak cukup nyaman untuk penangkaran burung.
  • Getaran yang terlalu sering bisa membunuh embrio yang sedang tumbuh. Kalau pun selamat sampai menetas, seringkali anaknya mengalami kelumpuhan.
7. Embrio mengalami kesulitan di saat terakhir
Beberapa saat sebelum menetas, embrio di dalam telur terkadang mengalami kesulitan dalam mengatur posisinya agar tetap bisa bernafas dan menyerap makanan dari yolk sac (kantung kuning telur). Salah satu penyebabnya adalah ketidakstabilan kelembaban dalam ruang mesin tetas, atau bahkan dalam penetasan alami.
Jadi, sekali lagi, masalah suhu dan kelembaban mesin tetas harus selalu diperhatikan. Khusus untuk induk betina yang mengerami telurnya, selalu diperhatikan apakah sering meninggalkan sarang atau tidak.
Jika induk meninggalkan sarang untuk makan dan minum, itu tidak masalah, karena biasanya akan segera kembali ke sarang. Tetapi kalau berjam-jam meninggalkan sarang, apalagi sering mengusap-usap bulu dengan paruhnya, itu pertanda banyak kutu dan tungau pada sarang dan tubuhnya (ingat terapi FreshAves !).
8. Induk betina mengalami hypercalcaemia
Kalsium merupakan mineral penting untuk pembentukan kerabang telur. Kalau kadar kalsium dalam pakan indukan terlalu rendah, kerabang telur biasanya terlalu tipis dan mudah pecah.
Tetapi, kondisi berlebihan juga tidak baik. Kalau induk betina mendapat asupan pakan dengan kadar kalsium terlalu tinggi, dan hal ini berlangsung lama, potensi mengalami hypercalcaemia sangat besar.
Hypercalacemia adalah kondisi di mana kadar kalsium dalam tubuh sangat tinggi. Gejala yang muncul adalah telur-telur yang dihasilkan memiliki kerabang yang sangat keras. Dampaknya, menjelang menetas, embrio tidak mampu memecah kerabang telur yang terlalu keras tersebut. Jika tidak dibantu dengan tangan manusia, embrio pasti akan mati sebelum menetas.
Semoga artikel ini bisa menambah wawasan bagi calon penangkar maupun penangkar pemula. Om Kicau selalu mendorong upaya penangkaran burung, baik untuk tujuan komersial maupun non-komersial, demi mengurangi angka perburuan terhadap burung di alam liar.

Tips Pemilihan Sangkar Burung Yang Baik

Sangkar adalah rumah tempat tinggal burung. Sangkar burung tersedia dari berbagai jenis bahan dan model.  Pembuatan ataupun pembelian sangkar burung perlu memperhatikan fungsinya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti keamanan bahan sangkar hingga jenis burung yang akan dipelihara. Bentuk dan ukuran sangkar  harus sesuai dengan jenis burung yang Anda pelihara.

Perhatikan beberapa tips memilih sangkat burung berikut ini:                                                                                                                                                     


1.Ukuran sangkar burung. Pilihlah sangkar burung yang besar dan luasnya sesuai dengan jenis dan ukuran burung peliharaan Anda.
2.Karateristik burung. Ada beberapa burung yang badannya kecil, namun sangat aktif bergerak, terbang atau meloncat-loncat. Untuk jenis burung seperti ini memerlukan sangkar yang lebih besar. Beberapa burung kadang ada yang suka mematuk-matuk sangkar, untuk yang seperti ini pilih bahan sangkar yang lebih kuat.
3.Bahan baku sangkar. Untuk burung berukuran kecil, bisa memilih sangkar yang terbuat dari bambu. Sedangkan untuk burung berukuran besar, lebih baik pilih sangkar yang terbuat dari kawat.
4.Kekuatan jeruji sangkar. Jeruji yang baik adalah yang agak lentur tetapi kuat. Jeruji yang demikian biasanya terbuat dari bambu yang benar-benar tua. Pilih batang ruji yang tidak terlalu rapat atau terlalu longgar. Jika terlalu longgar, burung bisa mengoyaknya dengan mudah dan bisa melepaskan diri. Jika terlalu rapat, burung tidak bisa melihat keluar sangkar dengan bebas.  Pastikan juga jerujinya telah dihaluskan sehingga tidak melukai burung. Begitu juga dengan sangkar dari kawat besi, pastikan tidak ada ujung kawat yang menyembul karena bisa melukai burung.
5.Alas sangkar. Pilih alas yang berukuran agak tebal, bisa dari papan kayu atau triplek.  Sebaiknya jangan menggunakan alas yang agak susah ditarik, karena menganggu ketenangan burung dan dapat mengakibatkan stres. Karena itu, pilih laci tempat penampungan kotoran yang mudah dikeluarkan. Dengan demikian, sewaktu-waktu kita membersihkan kotorannya, burung tak merasa terganggu. Perhatikan juga jarak antara alas kotoran dan alas berpijak burung. Jarak yang terlalu dekat antara alas kotoran dan dasar tempat berpijak, kurang baik bagi kesehatan burung. Sebab tidak jarang pakan yang jatuh dan terkena kotoran burung masih dipatuk lagi. Padahal pakan yang jatuh tadi sudah kotor. Belum lagi kalau burung turun, jari-jari kakinya bisa terkena kotoran yang bisa menimbulkan jamur kaki.
6.Batang/tangkringan bertengger. Piling batang tempat burung bertengger dari kayu yang kuat dengan ukuran agak tebal dan tidak mudah lapuk. Bila sangkar burung agak besar, berilah tenggeran lebih dari satu, agar burung bisa berpindah-pindah tempat untuk berkicau sehingga dia tidak bosan. Pasang tangkringan secara horizontal dengan diameter sesuai dengan ukuran kaki burung. Jangan lupa, sediakan pula tempat pakan dan tempat air minum di dalam sangkar.
7.Gantungan sangkar. Harus kuat dan kokoh agar saat burung menggantung tidak mudah copot atau jebol. Sering terjadi sangkar kelihatan kokoh, tapi ketika digantungkan tak kuat menahan  empasan angin dan akhirnya kayunya patah dan jatuh. Gantungan yang nampak kokoh dari luar belum tentu kuat. Karena itu, tidak jarang sangkar jatuh akibat kurang kokohnya gantungan sangkar.
8.Pintu masuk harus cukup lebar. Pilihlah pintu yang berada di tengah, bukan di bawah. Karena jika di bawah menyulitkan saat akan memandikan burung selain itu burung bisa mudah lepas. Selain itu, pilih pintu sangkar yang lancar dibuka dan ditutup. Bila perlu, carilah pintu yang dapat menutup sendiri. Ini untuk menghindari pemilik jika lupa menutup pintu.
9.Model sangkar. Untuk sebagian pencinta burung, model sangkar  menjadi hal penting karena bisa memunculkan karakter burung dan pemiliknya. Namun, jika hanya untuk burung rumahan, atau sangkar harian, sebaiknya membeli sangkar yang biasa saja. Usahakan agar permukaan sangkar halus dan kuat. Gunakan sangkar ukir yang mahal saat moment tertentu seperti untuk kontes burung.
10.Corak dan warna sangkar. Sesuaikan dengan warna burung peliharaan Anda. Jangan sampai warna burung yang indah tidak kelihatan karena warna sangkar yang lebih kelihatan  mencolok. Ini akan mengurangi pandangan kita dalam menikmati burung kesayangan.

Merawat Burung Kolibri

Burung kolibri merupakan burung yang mampu mengepakkan puluhan kepakan tiap detik sehingga burung ini mempunyai kemampuan terbang yang sangat lihai.
Burung ini bisa menghisap sari madu bunga sambil melayang terbang dengan pergerakan yang sangat stabil.
Jenis burung kolibri ninja merupakan salah satu jenis burung kolibri yang memiliki suara kicauan yang sangat bagus sehingga jenis burung ini banyak dicari oleh penggemar burung.
Keunikan dari burung kolibri ninja adalah burung ini mampu terbang dengan melakukan gerakan mundur.
Harga burung ini tidak terlalu mahal namun juga tidak terlalu mahal dimana harga burung kolibri ninja yang gacor biasanya dijual dengan harga jutaan rupiah.
  • Pilih burung yang sehat, tanda-tandanya bisa dilihat dari gerakan burung yang terlihat lincah
  • Pilih burung yang memiliki tekstur bulu yang teratur dan terawat
  • Pilih burung yang memiliki paruh dan postur badan yang besar
Anda bisa melihat warna bulunya untuk membedakan jenis kelaminnya dimana burung kolibri ninja betina memiliki warna bulu yang kusam, sedangkan burung kolibri ninja jantan memiliki warna yang terlihat terang pada daerah leher dan kepala.
Perawatan burung kolibri ninja
Makanan burung kolibri ninja tidak sama dengan burung lain yang biasanya makan biji-bijian sehingga hal ini membuat burung jenis ini menjadi agak sulit untuk dipelihara.
Makanan alami burung kolibri ninja adalah nektar yang ada dalam bunga dimana burung ini bisa makan 10 hingga 15 kali atau 4 kali dari berat badannya dalam satu hari.
Tips perawatan burung kolibri ninja

Makanan

  • Anda harus selalu menyediakan air gula di dalam sangkarnya.
  • Perbandingan idealnya adalah 1 bagian gula banding dan 4 bagian air (1:4).
  • Anda juga bisa menyediakan kroto di dalam sangkarnya supaya kebutuhan nutrisinya tercukupi dan burung selal dalam kondisi fit.
Meskipun burung kolibri ninja memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil namun sebaiknya jangan ditempatkan di sangkar yang terlalu kecil.
Ukuran sangkar yang ideal untuk 1 ekor burung kolibri ninja adalah panjang 30 cm x lebar 30 cm x tinggi 60 cm. Sebagai alternatif lain anda bisa menggunakan sangkar dengan bentuk bulat yang bisa anda dapatkan di toko burung.
Perawatan
Cara merawat burung jenis kolibri memang sedikit sulit jika dibanding dengan burung lain. Namun pada intinya hampir sama dengan burung kicauan yang lain.
Jaga kebersihan sangkar atau kurungan dengan membersihkan kotoran setiap hari. Jangan terlalu lama dalam menjemur burung ini, karena jenis kolibri tidak begitu kuat jika terlalu lama pada terik matahari.

Berternak Burung Decu

Written By Unknown on Friday, December 27, 2013 | 5:59 AM

JAKARTA SELATAN Burung Decu, burung yang berpostur kecil ini dengan ukuran sekitar 13 – 15 cm, adalah merupakan burung yang lumayan patut diperhitungkan untuk dimilikinya sekalipun pada saat ini masih jarang dilombakan di tempat-tempat perlombaan burung. Secarqa fisik seperti burung gelatik sedangkan corak warna mirip burung kacer dengan dominasi warna hitam dan sedikit putih, sehingga ada sebagian kicaumania menyebutnya dengan sebutan kacer mini, karena suaranya yang lumayan tinggi, merdu dan banyak variasinya.
Tidak seperti burung-burung terkenal lainnya pada saat ini, seperti kacer, murai batu, cucak rowo, cucak hijau, love bird, jalak suren, cendet atau pentet, dan lain-lainnya atau burung-burung yang terkenal pada masa lalu seperti, anis, huamei (wambi), poksay, perkutut, dan lain-lainnya, namun tidak menutup kemungkinan pada masa mendatang burung-burung yang pada saat ini kurang digemari namun jika memiliki keunikan dan nilai lebih akan menjadi burung yang difaforitkan.    
Dan beberapa tips perawatan burung Decu agar rajin berkicau (gacor):
1.      Pertama diawalai dari cara pemilihan jenis kelamin burung karena biasanya yang rajin berkicau adalah yang jenis kelamin jantan.
2.      Burung diembunkan pada sekitar pukul 6 – 7 pagi kemudiandimandikan, dan selanjutnya dijemur cukup 1 – 1.5 / 2 jam tergantung cuaca.
3.      Bersihkan kandang setiap hari, ganti atau tambahkan makanan, ganti air minum dan usahakan berilah air minum dengan air masak atau bisa dengan air mineral.
4.      Sediakan makanan yang cukup dan makanan utamanya adalah serangga kecil, jika sudah ngecoer berilah voer kemasan, karena pada makanan kemasan terebut terdapat kandungan vitamin, protein dan zat lain yang dibutuhkan oleh burung.
5.      Berikan juga Extra Fooding (EF), jangkrik kecil setiap pagi dan sore cukup 2 - 3 ekor, bisa juga dengan ulat hongkong cukup 3 ekor setiap hari atau boleh juga kroto secukupnya.
6.      Pada malam hari usahakan burung dikredong dan jika memungkinkan lakukan pemasteran.
7.      Dan yang tidak kalah penting adalah buatlah suasana disekitar rumah diusahakan ramah terhadap burung artinya jangan sampai burung merasa tidak nyaman, terganggu dengan adanya hewan pengganggu, seperti: kucing, anjing, tikus, dll, karena akan berpengaruh pada fisik dan psikis si burung itu sendiri dan secara tidak langsung akan mempengaruhi seni dan kualitas suara dan ocehan si burung.
Demikian, tips ini tidak mutlak harus dilakukan sepenuhnya, tergantung pada kebiasaan dari burung milik masing-masing, semoga bermanfaat.

Penangkaran Burung Mozambik

Mozambik atau yellow-fronted canary (Serinus mozambicus) merupakan salah satu burung kicauan dari keluarga finch. Ada juga yang menyebutnya sebagai green singing finch. Karena kesamaannya dengan jenis finch lainnya, termasuk  kenari, maka upaya memelihara dan menangkarkan burung ini pun tidak  sesulit menangkar burung-burung dari jenis pemakan serangga. Bahkan, sebagaimana kenari, mozambik juga bisa ditangkarkan secara sederhana, meski Anda hanya menggunakan sangkar gantung. Mau tahu caranya?

Beda jantan dan betina

Hal utama yang harus diketahui setiap penangkar atau calon penangkar adalah bagaimana mengetahui jenis kelamin mozambik yang akan dijadikan indukan.
Perbedaan burung jantan dewasa dan burung betina dewasa bisa dilihat dari kalung yang melingkari di bagian dadanya. Pada burung jantan dewasa tidak terdapat pola garis hitam yang menyerupai kalung di  bagian dadanya. Sedangkan pada burung betina dewasa, kalung ini terlihat begitu jelas.
Apabila saya menulis burung jantan dan betina dewasa, tentu ada sebabnya. Ya, karena metode sexing di atas tidak dapat diterapkan pada burung muda, baik jantan maupun betina. Sebab pola garis hitan yang menyerupai kalung belum muncul pada burung muda.
Wah, jadi nggak bisa dibedakan jenis kelaminnya ya? Mesti menunggu burung dewasa dulu ya?
Oh, tidak sobat kicaumania. Metode sexing yang digunakan berbeda, yaitu mengamati tingkat kecerahan warna bulunya. Burung jantan memiliki warna kuning cerah, sedangkan betina kuning kusam. Hal ini berlaku untuk burung muda maupun burung jantan.
Masalah kecerahan warna antara burung jantan dan betina ini lazim dijumpai pada sebagian besar burung, bahkan terlihat pula pada ayam. Hal ini disebabkan adanya perbedaan warna struktural antara burung jantan dan burung betina. Warna struktural dipengaruhi oleh partikel hamburan cahaya.
Warna kuning terang, misalnya, disebabkan partikel hamburan cahaya di rongga udara dalam keratin, yang terdapat pada barb dan barbuleBarb adalah bulu yang menempel di sepanjang batang bulu. Setiap barb memiliki ratusan cabang / ranting, yang disebut barbule.
Warna struktural akan bekerja sama dengan warna pigmen dalam membentuk warna bulu burung secara keseluruhan. Makanya, jika kita melihat warna bulu pada burung jantan, umumnya lebih mengkilap daripada bulu betina.

Mozambik jantan dan betina sama-sama bisa berkicau. Hanya saja, kicauan jantan lebih bervariasi dan mirip suara kenari. Sedangkan kicauan betina lebih pendek dan kurang variatif  (cenderung monoton) dalam struktur lagunya. Pada burung muda, jantan dan betina memiliki kemampuan berkicau yang hampir sama.
Dalam beberapa kasus, burung muda betina terkadang lebih aktif  berkicau daripada burung muda jantan. Karena itu, metode sexing tidak perlu dilakukan dengan mendengarkan kicauannya, kecuali jika burung sudah berumur 6 bulan atau lebih.
Sangkar gantung untuk penangkaran mozambik
Menangkar burung mozambik  sama seperti menangkar kenari dan jenis burung finch lainnya bisa menggunakan kandang aviary, bisa juga memanfaatkan sangkar harian yang diubah fungsinya menjadi tempat penangkaran. Sesuai judul artikel, di sini kita hanya akan membahas penangkaran mozambik menggunakan sangkar harian atau sangkar gantung.
Berapa ukuran sangkar yang diperlukan? Sebenarnya tidak ada ukuran baku, namun saya menyarankan idealnya sangkar berukuran minimal 40 x 40 cm2 (tinggi 50 cm). Kotak sarang yang digunakan berbentuk cawan /  mangkuk terbuka, dengan  bahan sarang yang terdiri atas serat nanas atau bahan sarang yang sudah jadi (bisa dibeli di toko burung / poultry shop).
Sebelum digunakan, bagian bawah sarang ditaburi serbuk FreshAves, untuk mencegah tungau / kutu masuk ke sarang. Parasit inilah yang kerap membuat induk meninggalkan telur-telurnya, atau bahkan tanpa disengaja menginjak telur-telur yang sedang dieraminya hingga retak atau pecah, akibat rasa gatal yang berlebihan di tubuhnya.
Dianjurkan pula menyucihamakan sangkar dengan Fresh Aves. Caranya, larutkan 5 gram serbuk FreshAves ke dalam 1 liter air, lalu dimasukkan dalam sprayer.  Semprotkan larutan ini ke seluruh bagian sangkar, termasuk dasar sangkar, agar kutu dan tungau tidak masuk ke dalam sangkar. Hal ini bisa dilakukan ketika sangkar belum diisi maupun sudah diisi indukan, karena aman untuk manusia dan burung.
Proses penjodohan
Apabila memiliki mozambik jantan dan betina yang sudah berjodoh, Anda bisa lebih mudah untuk memulai penangkaran. Tetapi jika membeli calon indukan dalam keadaan terpisah, maka Anda harus menjodohkannya terlebih dulu.
Proses penjodohan mozambik bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan, bahkan tidak memerlukan masa perkenalan (pra-penjodohan) seperti mendekatkan sangkar betina dan sangkar jantan.  Jadi, Anda tinggal memasukkan burung jantan dan betina dalam sangkar yang sama.
Biasanya, beberapa hari kemudian mereka sudah terlihat berjodoh, ditandai dengan aktivitas makan bersama antara si jantan dan pasangannya. Jika sudah berjodoh, segera berikan BirdMature untuk beberapa tujuan sebagai berikut:
  • Meningkatkan jumlah telur fertil (fertilitas meningkat).
  • Meningkatkan jumlah telur yang menetas (daya tetas meningkat).
  • Memperoleh piyikan yang lebih sehat dan berkualitas.
BirdMature tersedia dalam bentuk cair, serbuk, dan pasta. Cara pemakaian bisa dilihat di sini, sedangkan testimoni yang diberikan tanpa pernah diminta Om Kicau bisa dilihat di sini.
Mengatasi mozambik yang sulit berjodoh
Sebenarnya mozambik termasuk burung yang mudah sekali berjodoh. Kalau induk jantan dan betina tidak juga segera berjodoh, itu menunjukkan ada ketidakberesan pada salah satu atau kedua induk. Lama pemantauan untuk memastikan burung tidak berjodoh itu umumnya 1 minggu. Jika sudah melewati batas waktu tersebut, silakan melakukan beberapa terapi berikut ini:
  1. Pisahkan dulu kedua burung berbeda kelamin ini, dan ditempatkan dalam sangkar masing-masing.
  2. Penempatan sangkar diusahakan sedemkian rupa, sehingga kedua calon induk tidak saling melihat dan/atau mendengar suaranya.
  3. Lakukan terapi TestoBird untuk calon induk jantan, dan EstroBird untuk calon induk betina. Terapi ini dilakukan setiap hari, sampai burung terlihat lebih aktif dan agresif.
  4. Seminggu setelah menjalani terapi, sangkar kedua induk mulai didekatkan (ditempelkan), sebagai pemancing birahinya.
  5. Jika kedua burung dalam sangkar berbeda selalu dalam posisi berdekatan, selalu mepet, termasuk saat tidur, itu menandakan kedua induk sudah berjodoh.
  6. Pindahkan kedua burung dalam sangkar gantung yang sudah disiapkan sebagai tempat penangkaran (lengkap dengan kotak sarang).
  7. Hentikan pemakaian TestoBird maupun EstroBird, dan diganti dengan BirdMature.
  8. Silakan menunggu induk betina bertelur dan mengerami telur-telurnya.
 
Untuk memberikan ketenangan pada kedua induk yang sudah berjodoh, usahakan sangkar penangkaran digantung di tempat yang jarang dilalui anggota keluarga Anda, atau orang lain termasuk tamu yang sering datang ke rumah. Untuk meningkatkan kenyamanan kedua induk, bagian depan sangkar bisa ditutup dengan kain atau kertas koran, seperti terlihat pada gambar di samping kanan.
Selanjutnya, burung mozambik jantan dan betina akan mulai membangun sarangnya. Burung betina akan bertelur sebanyak 2-4 butir, yang akan dieraminya selama 12-13 hari. Sedangkan burung jantan bertugas menjaga sarangnya, memberi makan burung betina dan membalikkan telur sewaktu burung betina keluar dari sarangnya.
Setelah menetas, Anda bisa memilih untuk membiarkan pengasuhannya kepada induknya, atau Anda tangani sendiri dengan metode handfeeding. Umumnya piyik mozambik sudah bisa meninggalkan sarangnya pada umur 16 – 18 hari, tetapi ia akan disapih induknya hingga umur  35 – 45 hari.

Selamat Membaca :)

Budidaya Semut Rangrang (Kroto)

Beternak Kroto - Salah satu media untuk cara budidaya kroto semut rangrang adalah toples. Toples yang biasa digunakan adalah toples plastik transparan yang ada di pasaran yang pada umumnya sering digunakan untuk tempat kerupuk atau makanan kecil. Harga di pasar bervariasi tergantung ukuran dan juga merek.

Bahan dan estimasi biaya cara budidaya kroto toples

Bahan yang di butuhkan  untuk  1 buah toples budidaya kroto toples adalah :


  • 1 buah Toples 10 Lt dengan harga Rp 13.000
  • 1 buah Nampan plastik diameter agak besar, dengan harga Rp 7.000


Cara membuat media toples untuk budidaya kroto

Lubangi bagian bawah toples dengan diameter 7 cm. cukup 1 lubang. Kemudian letakan nampan plastik dengan posisis datar, isi air hingga hampir 1/2 bagian nampan. Lalu taruh batu bata ditengah nampan sebagai media meletakan toples.

Lubang toples yang telah dibuat kita tutup menggunaka lakban untuk mencegah lari semut setelah kita pindah semut rangrang dari sarang sebelumnya ketoples yang telah kita sediakan tutup rapat dengan tutupnya ( disini kita siapsiap untuk diserang dan digigit oleh semut rangrang karena mereka pasti merasa terancam)

Letakan toples ke media rantang / batu bata dengan posisi tutup pada bagian bawah setelah posisi baik dan benar buka lakban yang tadi menempel . maka segeralah para semut tersebut akan berlarian lewat lubang itu. bila kita membeli bibit dari penjual yang sudah bermedia toples maka kita tinggal memposisikan terbalik kemudian membuka lakbannya lebih aman dan praktis sebagai media pakan kita bisa menggunakan potongan gelas air mineral atau tempat pakan burung ukuran kecil, tempat minum bisa dari tutup botol air mineral, sebagai pakan awal bisa kita beri ulat hongkong, minum dengan air gula agak kental.



Untuk Lebih Jelasnya ikuti bawah sini :
1. Toples

Untuk toples bebas ukuran, kalau bisa yang transparan. Lalu toples di lubangi seperti gambar di bawah ini untuk saluran keluar masuk semut rangrang dan sebagai tempat udara sarang kroto.

2. Nampan

3. Solasi / plester coklat atau hitam, juga bisa menggunakan kertas.

Fungsinya untuk menutupi toples agar semut rangrang cepat bersarang dan membuat jaring jaring. Setelah semut rangrang mau bersarang, bisa lepas solasinya atau bisa juga membiarkannya.

4. Batu bata atau yang lainya yang di taruh di atas nampan yang sudah berisi air sehingga toples tidak terendam air. 
  • Semut Rangrang


Kita bisa mencari semut rang rang yang ada di pohon sekitar rumah. caranya???
Kendala pertama kali dalam membudidayakan atau ternak semut rangrang adalah ketika harus memindahkan sarang kedalam suatu tempat. Resikonya pasti akan digigit. Banyak sekali dari sekian cerita yang mengalami masalah ini.

Cara Pertama:
Potong batang sarang semut rangrang (tentunya akan sedikit mengalami kesulitan).
Masukan kedalam karung / plastik / toples dan apa saja yang sekiranya ada celah / lubang udaranya.
Siapkan ember plastik besar yang tepi nya sudah di kasih tepung. Supaya semut rangrang tidak bisa naik keatas.
Masukan sarang kedalam ember plastik tersebut dengan #catatan harus di buka / buang daun daun beserta jaring jaringnya agar ketika bersarang membuat sarang baru tidak membawa jaring yang lama. Pengalaman kalau tidak di bersihkan nantinya toples akan terlihat kotor.
Buat jembatan penghubung antara ember dengan toples dengan menggunakan sapu lidi atau penghubung yang lain (pastinya ada jembatanya) terserah mau pakai apa saja bisa.
Setelah itu tingggal saja, tidak sampai satu hari semut rangrang akan bersarang secara alami.
#Catatan : toples sudah tersedia makanan dan minuman.

Cara ke dua:

Setelah sarang dimasukkan kedalam ember dan sudah di bersihkan dari daun beserta jaringnya. Sobat bisa langsung meletakan kedalam toples dengan menggunakan tangan. Tentunya tangan sudah ada pelindungnya.. Tidak sampai menunggu habis semut di dalam ember.

Bagaimana cara memberi makanan semut rangrang atau ternak kroto pada media toples. Makanan adalah bagian terpenting dan utama. Salah memberi makan akan mengakibatkan ternak kroto kita akan mengalami perkembangan yang kurang maksimal. Setelah mengetahui apa saja makanan yang harus di berikan semut rangrang. kali ini akan mencoba share cara memberi makanan pada semut rangrang dan sekaligus makanan tidak terbuang. Sehingga kita bisa memantau persedian makanan, apakah semut rangrang mau makan atau tidak. Tentunya untuk melatih semut rangrang untuk mencari atau berburu makanan sendiri walaupun sudah kita siapkan.

Cara memberi makanan semut rangrang yang pertama adalah kita bisa buatkan tempat khusus untuk menampung makanan. Tempat makanan bisa terbuat dari botol plastik yang di potong kemudian sisakan sedikit kira kira kurang lebih 2 cm lalu letakkan di atas toples. Dimana penggunaan botol plastik adalah supaya makanan tidak keluar. Kususnya untuk makanan yang berjenis ulat ( hongkong, kandang dll). Untuk makanan yang bisa terbang atau meloncat seperti jangkrik dan belalang bisa di masukan langsung kedalam lubang toples atau bisa juga kita lumpuhkan dulu kemudian di masukan di tempat yang telah kita sediakan.

Kemudian untuk cara memberi makanan yang menggunakan rak toples. Sebenarnya hampir sama seperti cara di atas. Cuma tempat makanan kita letak kan di samping toples. Karena dengan media rak , tempat untuk manaruh tempat makanan sangat luas di banding dengan menggunakan toples dengan tatakan nampan ( tempat sangat terbatas ).

Saat yang di nanti yaitu cara panen kroto semut rangrang dari toples. Penantian yang menegangkan, karena harus berhadapan banyak semut rangrang. Siap di keroyok oleh gigitan dengan rasa yang sangat perih sekali. Misalkan harus digigit 1 semut saja, saya kira masih bisa di atasi. Tetapi bagaimana jika jumlah semut rangrang ratusan bahkan sampai ribuan.

Bertenak Burung Cililin

Burung cililin, atau crested jay, merupakan anggota keluarga burung gagak yang paling popular di kalangan penggemar burung berkicau. Ia kerap dijadikan masteran untuk burung kesayangan seperti murai batu atau cucak hijau. Burung dengan jambul khas ini memang memiliki suara yang berdencing tajam, dengan speed yang sangat rapat, sehingga bagus sekali untuk isian murai batu dan cucak hijau. Bagaimana cara merawat dan mengembangbiakkan burung ini, simak beberapa tips berikut ini.
Selain cililin, keluarga burung gagak-gagakan yang popular sebagai masteran adalah ekek geling. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai cililin dan kerabat dekatnya, silahan buka kembali artikelnya di sini.
Cililin sendiri terdiri atas beberapa spesies yang tersebar di beberapa wilayah, antara lain :
  1. Cililin jawa (Platylophus galericulatus galericulatus) yang penyebarannya meliputi Pulau Jawa.
  2. Cililin borneo (Platylophus galericulatus lemprieri) yang penyebarannya meliputi Kalimantan bagian utara.
  3. Cililin sumatera (Platylophus galericulatus coronatus) yang penyebarannya meliputi Sumatera dan sebagian Kalimantan.
  4. Cililin melayu (Platylophus galericulatus malacensis) yang penyebarannya meliputi Semenanjung Malaya. 

Dari beberapa jenis cililin, ada dua yang cukup popular di kalangan penggemar burung kicauan, yaitu cililin cokelat dan cililin hitam. Ciilin cokelat banyak dicari untuk dijadikan masteran, karena kerapatan suaranya.

Membedakan burung jantan dan betina

Tidak mudah untuk membedakan burung cililin jantan dan betina, karena penampilan fisiknya hampir sama. Tetapi ada beberapa panduan yang bisa dijadikan pegangan, meski belum tentu 100% akurat :
  • Ukuran tubuh dan kepala burung jantan cenderung lebih besar dari betina.
  • Burung jantan memiliki warna bulu lebih pekat.
  • Bintik putih pada alis burung jantan lebih kecil daripada burung betina.
  • Bulu putih pada leher burung jantan lebih tebal, dengan batasan warna hitam yang lebih jelas. Betina memiliki warna putih di leher yang tipis, dengan warna hitam sebagai pembatas yang kurang jelas terlihat.
  • Posisi berdiri burung jantan lebih tegap, sedangkan betinda cenderung berdiri dengan posisi datar.
  • Suara burung jantan terdengar lebih kasar dengan speed yang rapat.
  • Suara burung betina terdengar lebih pendek, sering terputus-putus, dan cenderung lebih kristal atau halus.
  • Suara burung jantan lebih bervariasi, dengan tekanan suara yang lebih sering dan rapat.
  • Suara burung betina juga bervariasi, namun dengan tekanan suara yang jarang dan tidak rapat.
  • Burung jantan sering bernyanyi sambil mengangguk-angguk, dan tidak terlalu ngeper.

Perawatan harian burung cililin

Tidak peduli asal daerahnya, selama mendapat perawatan rutin dan konsisten, burung cililin bisa memiliki performa suara yang membanggakan pemiliknya. Cililin dikenal sebagai burung cetekan, yaitu burung yang akan berbunyi jika digoda dengan tangan. Ini memang karakter yang sulit dihilangkan.
Selain itu, burung cililin juga sangat sensitif. Burung bakalan bahkan rawan stres, sehingga perawatannya harus hati-hati dan perlu mendapat perhatiaan ekstra dari pemilik. Berikut ini beberapa tips perawatan harian untuk burung cililin.
  • Untuk burung cililin yang sudah makan voer (voer total), disarankan agar jangan sampai kekenyangan dan kekurangan makanan. Jika kekenyangan voer, burung akan jarang dan malas berbunyi. Sebaliknya, kalau kekurangan voer, bisa berakibat sakit dan mati. Pemberian jangkrik bisa dilakukan pagi hari (8 ekor) dan sore hari (10 ekor). Siang harinya bisa diberikan 1 sendok teh kroto segar. Jika tidak ada kroto, berikan jangkrik 4 ekor.
  • Penjemuran tidak perlu terlalu lama, cukup 10 – 15 menit, dan bisa dilakukan minimal 2 – 3 kali dalam 1 minggu. Minimnya frekuensi penjemuran disebabkan burung ini sangat sensitif dan rawan stres. Cililin juga rentan terhadap cuaca, terlebih angin kencang, sama halnya dengan murai batu.
  • Selalu memeriksa air minumnya. Jika terlihat kotor, harus secepatnya diganti, karena burung ini enggan minum jika air dalam cepuk minumnya kotor atau berlumut, serta bisa berpengaruh terhadap kondisi kesehatannya.

Pengembangbiakan cililin

Kandang penangkaran untuk pengembangbiakan cililin bisa menggunakan kandang penangkaran murai batu atau cucakrowo, yang biasanya memiliki ukuran cukup luas dengan wadah sarang berbentuk mangkuk terbuka yang terbuat dari rotan atau besek. Sebarkan beberapa bahan atau material penyusun sarang di dasar kandang, misalnya ijuk, daun kering, rumput, atau jerami kering, serta bahan lainnya yang diperlukan.
 
Setelah proses perjodohan, burung bisa dimasukan ke kandang penangkaran untuk dikembangbiakan. Selama masa reproduksi, burung harus selalu diberikan makanan berprotein tinggi, serta multivitamin dan multimineral khusus untuk penangkaran. Misalnya BirdMature yang akan membantu pengaturan birahi dan menyiapkan burung dalam kondisi siap kawin.
Setelah mulai menata sarang, burung pun siap bertelur. Burung cililin hanya bertelur sebanyak 1-2 butir, dengan jumlah anakan menetas rata rata seekor dalam setiap musim berkembang biak.
Sejauh ini memang belum banyak penangkar burung cicilin di Indonesia. Jadi, inilah kesempatan bagi Anda untuk menjadi penangkar, sekaligus bisa mengurangi penggunaan cililin dari alam bebas.

Cara Berternak Burung Walet

 Cara Berternak Burung Walet

Walet adalah salah satu jenis burung sangat istimewa. Liur burung walet atau sering disebut sarang burung walet berharga mahal. Banyak gedung walet dibangun untuk tempat bersarang burung walet. Banyak orang  tertarik budidaya walet. Mereka berharap dapat hasil melimpah dengan panen sarang walet. Sarang walet adalah komoditas ekspor. 



CARA BUDIDAYA WALET
Dalam budidaya walet dibutuhkan beberapa persyaratan agar burung mau datang dan membuat sarang. Berikut ini beberapa persyaratan yang diperlukan :
  • Lokasi ideal berada di dataran rendah hingga dataran tinggi (ketinggian maksimal 1.000 meter dari permukaan laut).
  • Lokasi budidaya harus tenang, tidak terganggu oleh keramaian atau aktivitas manusia, dan polusi suara (suara kendaraan, mesin pabrik besar, dan sejenisnya).
  • Usahakan lokasi budidaya aman dari gangguan binatang predator.
  • Lokasi yang tepat untuk budidaya walet antara lain persawahan, padang rumput, hutan terbuka, kawasan pesisir, tepi danau, pinggir sungai, dan rawa-rawa.
Persiapan sarana dan prasarana
Gedung / bangunan yang akan dijadikan sarang walet harus memiliki suhu dan kelembaban yang mirip dengan goa-goa alami, dengan suhu 24 – 26 derajat Celcius dan kelembaban 80 – 95%. Pengaturan suhu dan kelembaban bisa dilakukan dengan cara :
  • Melapisi plafon dengan sekam setebal 20 cm.
  • Membuat saluran-saluran air atau kolam di dalam gedung.
  • Menggunakan ventilasi udara dari pipa berbentuk “L”, yang diberi lubang-lubang berdiameter 4 cm, dan jarak antar-lubang masing-masing 5 meter.
  • Menutup rapat-rapat pintu, jendela, dan lubang-lubang yangtidak terpakai.
  • Pada lubang keluar-masuk diberi penghalang sinar berbentuk corong dari goni (bisa juga menggunakan kain hitam) agar keadaan di dalam gedung lebih gelap.
Konstruksi bangunan yang digunakan
Pada umumnya rumah walet berbentuk seperti sebuah bangunan gedung yang besar dan tinggi. Luasnya bervariasi, tergantung kebutuhan dan keadaan. Bangungan tidak boleh berdekatan dengan pohon yang lebih tinggi atau menutup bangunan tersebut. Tembok bangunan dibuat dari dinding yang diplester, yang dibuat dari campuran pasir, kapur dan semen dengan perbandingan 3 : 2 : 1. Bahan-bahan ini sangat membantu dalam mengendalikan suhu dan kelembaban udara ideal.

Persyaratan lingkungan lokasi kandang adalah:
  • Dataran rendah dgn ketinggian maksimum 1000 m dpl.
  • Daerah yg jauh dr jangkauan pengaruh kemajuan teknologi & perkembangan masyarakat.
  • Daerah yg jauh dr gangguan burung-burung buas pemakan daging.
  • Persawahan, padang rumput, hutan-hutan terbuka, pantai, danau, sungai, rawa-rawa merupakan daerah yg paling tepat.
Bagian terpenting dari konstruksi bangunan ini adalah keberadaan roving room atau tempat untuk berputar-putar dan resting room yaitu tempat untuk beristirahat.Lubang untuk pintu masuk dan keluar berukuran 20 x 35 cm, yang dibuat di bagian atas dinding. Jumlah pintu dibuat sesuai dengan kebutuhan dan / atau kondisi bangunan. Perlu diingat, letak pintu jangan menghadap ke timur karena walet biasanya jarang mau masuk. Lubang dinding dicat dengan warna hitam.

Persiapan bibit dan indukan

Jika bangunan sudah disiapkan, dan memenuhi persyararatan lokasi ideal sebagaimana dijelaskan di atas, ada dua materi yang harus segera didatangkan, yaitu burung seriti dan telur walet. Burung seriti berfungsi untuk menetaskan telur-telur walet. Anda bisa memperoleh telur walet dari para pembudidaya walet ketika sedang memanen sarang burung.
Panen sarang burung biasanya dilakukan setelah ribuan walet membangun sarangnya dan masing-masing induk betina bertelur sebanyak 2 butir. Karena yang dipanen hanya sarang walet, pembudidaya biasanya akan membuang telur-telurnya. Istilah ini biasa disebut sebagai “panen buang telur”.
Nah, telur-telur inilah yang bisa Anda beli untuk dierami oleh burung seriti. Dengan demikian, Anda harus mengundang burung seriti agar mau masuk ke bangunan. Cara mengundangnya melalui pemutaran audio uara burung walet atau seriti, baik melalui pemutar mp3 maupun perangkat audio CD. Pemutaran audio sebaiknya dilakukan pada pukul 16.00 hingga 18.00. Sebab, saat itulah kawanan burung seriti akan beristirahat usai mencari makanan.

Pemilihan telur walet
Telur walet yang dipanen bisa dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan warnanya, yaitu:
  • Merah muda: ini merupakan telur yang baru dikeluarkan indukan dan masih berusia 0 – 5 hari.
  • Putih kemerahan: telur sudah berusia 6 – 10 hari.
  • Putih pejat kehitaman: telur sudah berusia 10-15 hari, dan sebentar lagi akan menetas.
Perawatan Ternak
Anak burung walet yang baru menetas tidak berbulu dan sangat lemah. Anak walet yang belum mampu makan sendir perlu disuapi dengan telur semut (kroto segar) tiga kali sehari. Selama 2–3 hari anak walet ini masih memerlukan pemanasan yang stabil dan intensif sehingga tidak perlu dikeluarkan dari mesin tetas. Setelah itu, temperatur boleh diturunkan 1–2 derajat/hari dengan cara membuka lubang udara mesin.
Pada hari ke-10, ketika bulu-bulu mulai tumbuh, anakan walet dipindahkan ke dalam boks khusus yang dilengkapi alat pemanas atau lampu pijar 5-10 Watt yang diletakkan di tengah boks. Setelah umur 4o hari, anakan walet sudah bisa terbang, Inilah saat terbaik untuk memindahkannya ke bangunan / rumah walet.
Setelah berumur 43 hari, anak-anak walet yang sudah siap terbang dibawa ke gedung pada malam hari, kemudian dletakan dalam rak untuk pelepasan. Tinggi rak minimal 2 m dari lantai. Dengan ketinggian ini, anak waket akan dapat terbang pada keesokan harinya dan mengikuti cara terbang walet dewasa.
Sumber Pakan
Burung walet merupakan burung liar yang mencari makan sendiri. Makanannya adalah serangga-serangga kecil yang ada di daerah pesawahan, tanah terbuka, hutan dan pantai/perairan. Untuk mendapatkan sarang walet yang memuaskan, pengelola rumah walet harus menyediakan makanan tambahan terutama untuk musim kemarau. Beberapa cara untuk mengasilkan serangga adalah:
  • budidaya serangga yaitu kutu gaplek dan nyamuk. c. membuat kolam dipekarangan rumah walet.
  • menanam tanaman dengan tumpang sari.
  • menumpuk buah-buah busuk di pekarangan rumah.
  • Membuat kolam di pekarangan dekat bangunan / rumah walet.
Hama dan Penyakit Ternak Burung Walet

  • Tikus - Hama ini memakan telur, anak burung walet bahkan sarangnya. Tikus mendatangkan suara gaduh dan kotoran serta air kencingnya dapat menyebabkan suhu yang tidak nyaman. Cara pencegahan tikus dengan menutup semua lubang, tidak menimbun barang bekas dan kayu-kayu yang akan digunakan untuk sarang tikus.
  • Semut - Semut api dan semut gatal memakan anak walet dan mengganggu burung walet yang sedang bertelur. Cara pemberantasan dengan memberi umpan agar semut-semut yang ada di luar sarang mengerumuninya. Setelah itu semut disiram dengan air panas.
  • Kecoa - Binatang ini memakan sarang burung sehingga tubuhnya cacat, kecil dan tidak sempurna. Cara pemberantasan dengan menyemprot insektisida, menjaga kebersihan dan membuang barang yang tidak diperlukan dibuang agar tidak menjadi tempat persembunyian.
  • Cicak dan Tokekb- Binatang ini memakan telur dan sarang walet. Tokek dapat memakan anak burung walet. Kotorannya dapat mencemari raungan dan suhu yang ditimbulkan mengganggu ketenangan burung walet. Cara pemberantasan dengan diusir, ditangkap sedangkan penanggulangan dengan membuat saluran air di sekitar pagar untuk penghalang, tembok bagian luar dibuat licin dan dicat dan lubang-lubang yang tidak digunakan ditutup.
Masa panen
Sarang burung walet bisa dipanen jika kondisinya sudah memungkinkan untuk dipetik. Untuk melakukan pemetikan diperlukan cara dan ketentuan khusus agar hasilnya bisa memenuhi mutu dan kualitas sarang walet yang baik. Kesalahan dalam pemetikan  akan berakibat fatal, baik terkait dengan kualitas sarang burung, maupun kelangsungan bangunan / rumah walet itu sendiri di mana kawanan walet tak mau lagi kembali ke rumahnya.
Untuk itulah, diperlukan pengetahuan mengenai bagaimana memanen sarang dengan tepat, dan tidak menimbulkan kerugian di lain waktu, dengan mengikuti beberapa pola panen berikut ini:
  • Panen rampasan
    Panen rampasan dilakukan setelah sarang sudah siap dibuat dan akan digunakan untuk bertelur. Sebelum burung bertelur, sarang kita ambil. Keuntungannya adalah waktu panen lebih cepat, kualitas sarang yang bagus, dan total produksi sarang bisa lebih banyak. Kelemahannya, cara ini tidak efektif dalam mengembangbiakan burung walet, karena burung walet yang akan bertelur akan mencoba membangun kembali sarangnya dengan kondisi yang lemah, dan lama-lama membuat produksi sarang menurun (lebh kecil dan tipis), karena tidak mampu memproduksi air liur dengan baik.
  • Panen buang telur
    Panen buang telur dilakukan setelah burung membuat sarang dan meletakan telurnya. Telur ini diambil, lalu dibuang atau diberikan kepada peternak baru seperti dijelaskan sebelumnya. Keuntungan metode ini, dalam setahun bisa panen hingga 4 kali, dengan kualitas sarang yang baik. Kelemahannya, burung walet tidak diberi kesempatan berkembang biak.
  • Panen penetasan
    Panen penetasan adalah sarang dipanen atau dipetik setelah telur menetas dan anak-anaknya sudah bisa terbang sendiri. Kelemahannya, kualitas sarang menjadi rendah karena sudah mulai rusak dan dicemari kotoran burung. Keuntungannya, populasi burung bisa meningkat.(
    peluangusaha-okeomkicau)
 
Support : Creating Website | Kicau Burung | Burung Ocehan
Copyright © 2014. Kicauan Burung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Nawang Septiani
Proudly powered by Blogger